Yakin Dengan Islam, Wanita Katolik Bersyahadat Di Hadapan Zakir Naik

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Setelah safari dakwah ke Bandung pada Minggu (2/4) lalu, Dr. Zakir Naik melanjutkan perjalanannya menuju Yogyakarta(3/4). Pada safari dakwah kemarin, mantan dokter tersebut memberikan ceramahnya di Universtitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Tak kurang dari sekitar enam ribu orang memadati kampus tersebut. 

Ribuan massa memadati area kampus sejak usai subuh. Mereka datang dari berbagai kota bahkan ada ada pula warga asing yang rela datang demi mendengar ceramah Dr. Zakir Naik. Seperti yang dilansir dari portal berita media UMY, setidaknya ada sebelas orang warga Negara asing yang berasal dari Australia, Thailand, Palestina, Malaysia, Slovakia dan Libya. 

Tak hanya warga muslim yang menyempatkan hadir dalam ceramah yang bertajuk Religion as an Agent of Mercy and Peace tersebut, namun juga dihadiri oleh berbagai latar belakang ras dan agama Katolik, Kristen, Hindu dan Buddha. 

Animo masyarakat yang membludak tersebut, membuat panitia pihak UMY menyediakan big screen yang disambungkan ke proyektor di lantai dasar Masjid K.H Ahmad Dahlan. Tujuannya, agar warga yang tidak mendaftar via online sebelumnya tetap bisa menikmati ceramah dari Dr. Zakir Naik. 

Seperti yang dialami salah seorang peserta bernama Emi. Wanita beragama Katolik tersebut rela datang ke ceramah Dr. Zakir Naik demi menyatakan keislamannya. Emi termasuk peserta yang datang secara langsung tanpa pendaftaran online. Dia mengaku tidak dapat mendaftar via online lantaran server yang rusak. Di hadapan Zakir naik ibu beranak satu tersebut mengaku telah tertarik dengan Islam pada beberapa bulan terakhir. 

“Saya sudah mempelajari Islam empat bulan terakhir ini. Dan melakukan sholat selama dua bulan terakhir. Saya mendapat bimbingan dari teman secara intensif. Hanya saja saya belum bersyahadat di hadapan orang banyak. Hanya sewaktu shalat saja. Apakah saya sudah dapat dikatakan seorang muslim? Apa tindakan saya benar?," Tanya Emi di hadapan Zakir Naik dan ribuan jamaah di  UMY.

Pertanyaan Emi tersebut mendapat tepuk tangan meriah dan pujian sekaligus dari Zakir Naik. “Kalau anda sudah percaya pada Allah dan Rasulnya, dan percaya Tuhan itu satu, lantas anda sudah melaksanakan shalat, maka insyallah anda sudah termasuk muslim,” jawab Zakir.

“Saya sesungguhnya ingin bersyahadat di depan kakak saya, beliau sudah haji. Namun, saya belum bisa bertemu karena jauh. Lalu bagaimana?” Tanya Emi kemudian.

Zakir pun menjawab dengan tegas bahwa untuk masuk islam tidak mesti harus mendeklarasikan diri di hadapan orang banyak. “Jika anda sudah menyatakannya di depan satu orang, anda percaya Allah dan rasulnya, maka anda Insya Allah sudah dinyatakan islam,” ujar Zakir. 

Jawaban Zakir membuat Emi semakin memantapkan hatinya untuk memeluk Islam. Zakir pun berdoa agar Emi selalu mendapat hidayah dari Allah. “Semoga semua amal kebaikanmu sebelum memeluk Islam diterima dan dilipatgandakan oleh Allah,” harap Zakir di penghujung jawaban.

Last modified on Selasa, 04 April 2017 10:00