Keraguan Pada Tiga Tuhan Yang Dipercayai Sebelumnya, Membawa Ella Menjadi Seorang Muslim

Ella Valderama Cuallo, seorang mualaf asal Filipina Ella Valderama Cuallo, seorang mualaf asal Filipina

Muslimahdaily - Ella Valderama Cuallo, seorang muslim asal Filipina yang memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Sebelum menjadi seorang muslim ia adalah salah satu umat Kristiani. Hal terpenting dalam hidup seorang Ella adalah keselamatan dirinya.

Saat itu ia mendengarkabar dari pamannya bahwa aka nada pendeta dari Amerika yang akan melatih mereka untuk menjadi Pendeta atau Pastur, dan ia memutuskan untuk bergabung.

Namun, suatu hari, ketika ia berada di perpustakaan untuk menyiapkan khutbahnya, ia menemukan sebuah buku yang berada di dekatnya. Ia tidak mengetahui kenapa buku itu berada di dekatnya. Ella pun mengambil buku yang berjudul  “The Oneness of God” dan membacanya.

Dalam buku itu, ia membaca sebuah kalimat yang berbunyi, “Jika kamu benar-benar ingin diselamatkan, ketahuilah sesungguhnya Tuhan itu Esa.” Ia tidak percaya pada kalimat itu, menurutnya bagaimana mungkin hanya ada satu Tuhan yang menyelamatkannya. Padahal di agama yang ia anut saat itu, mereka percaya Tuhan itu tiga, yakni Tuhan Bapa, Tuhan Yesus, dan Tuhan Roh Kudus.

Dia bertanya-tanya, jika benar hanya ada satu Tuhan yang menyelamatkannya di Surga nanti, lalu Tuhan yang mana dari tiga Tuhan yang ia percaya yang dapat menyelamatkannya. Hingga akhirnya, ketika para Pendeta dari Amerika datang, ia menanyakan hal yang membuatnya ragu itu.

“Brother, seseorang menggangguku, seseorang maksudku sesuatu, membuatku ragu tentang keyakinan kita. Saat kita ke Surga, siapa yang berkuasa di antara tiga Tuhan?” tanyanya pada seorag Pendeta dari Amerika itu.

“Sister, pertanyaan macam apa itu?, tahukah kamu Tuhan Bapak yang berkuasa di Surga” jawab salah satu Pendeta.

Namun, seorang pemimpin organisasi di Filipina berkata, “Bukan Brother, Yesus yang akan berkuasa.”

Mendengar jawaban yang berbeda, Ella pun bertanya kembali, “Lalu bagaimana dengan Roh Kudus?”

Mereka semua yang berada di sana kebingungan. Tidak ada satu pun orang yang dapat menjawab pertanyaan Ella. Bukan jawaban yang ia peroleh dari keraguannya itu, ia justru memperoleh peringatan dari seorang Pendeta.

“Sister, jangan pernah menanyakan lagi pertanyaan itu, terutama di depan umum,” kata Pendeta itu.

Semakin bingung, Ella pun menanyakan alasannya, “Kenapa?”

“Sebab ini akan membuat anggota gereja lain menjadi ragu.” Jawab Pendeta itu.

Mendapati jawaban seperti itu, wanita yang berusia 50 tahun itu memutuskan untuk meninggalkan Gereja.

Tidak mendapatkan jawaban atas keraguannya dari para Pendeta itu, Ella akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan organisasi lain di Manilla. Keraguan masih ada dalam kehidupannya tentang Tuhan yang mana yang dapat menyelamatkannya di Surga nanti. Hingga ia memutuskan untuk meneliti agama lain yang sekiranya dapat menyelamatkan dia.

Suatu ketika ia bertemu dengan seorang muslim. Saat itu tujuannya adalah untuk mengabaran agama yang saat itu ia percayai kepada orang lain. ia mengatakan pada salah satu umat muslim yang ditemuinya, bahwa mereka harus menerima Yesus sebagai juru keselamatan mereka. Hanya sebuah senyuman yang diterimanya dari mereka. Ia pun berkata,

“Kalian tahu Yesus Kristus?” tanyanya.

“tentu saja, Kami tahu Yesus Kristus. Dia adalah saudara seiman kami dalam islam.” Jawab salah seorang muslim itu.

“Apa? Saudara seiman dalam islam?” ucapnya, dengan nada terkejut mendengar hal itu.

Wanita asal Filipina itu terkejut dengan agama islam, dan merasa tertarik untuk mengenalnya. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mempelajari agama islam.

Ia pun berdoa kepada Tuhan, memohon agar dapat dipertemukan dengan muslim sejati yang dapat membimbingnya. Hingga Akhirnya Allah menemukan Ella dengan keluarga muslim. Melalui keluarga itu ia mengaku Allah membuka matanya, membuka hatinya, membuka pikirannya dan membuka pemahamnnya.

Ella akhirnya bertemu kembali dengan keluarga muslim itu yang memberinya sebuah buku. Mereka membimbing Ella untuk mengucapkan kalimat Syahadat. Setelah mengucapkan kalimat itu, dan dinyatakan telah menjadi seorang muslim, ia lagi-lagi terkejut. Ia tidak percaya bahwa sangat mudah menjadi seorang muslim.

Setelah menjadi seorang muslim, dan mengimani Allah, Ella mengaku meeasakan ketenangan pikiran dan ketenangan hati. Sebab saat masih menjadi umat Kristiani, ia masih memiliki keraguan, ada banyak pertanyaan yang ia punya namun tidakada seorangpun yang dapat menjawab pertanyaan itu. Sementara di dalam agama islam, semua pertanyaan yang ia miliki dapat terjawab.

Leave a Comment