Stacey Davies, Menemukan Keteraturan Hidup Dalam Islam

Stacey Davies Stacey Davies (Foto: twitter.com/sdavies2020)

Muslimahdaily - Setiap manusia pada dasarnya terlahir dengan hati yang bersih dan selalu condong pada kebaikan. Hanya saja, terkadang gemerlap dan indahnya dunia membuat mereka terhanyut dalam kebahagiaan yang semu. Namun, setelah itu terjadi maka tak ada yang tak mungkin bagi Allah untuk mengembalikan lagi pada fitrahnya. Bisa melalui bacaan, tontonan atau bahkan kebaikan orang sekitar yang ia rasakan.

Hal inilah yang dialami oleh seorang gadis berdarah Inggris, Stacey Davies. Kisahnya sempat mengundang banyak perhatian dari para pengguna sosial media Twitter. Pasalnya pada lima hari yang lalu ia mengumumkan keIslamannya disana dan mencoba untuk menceritakan perjalanannya hingga akhirnya memeluk Islam.

“My Conversion to the best and one true religion Islam [Thread]”

Sebelum memutuskan untuk memeluk Islam, Stacey adalah seorang gadis remaja biasa yang senang menghabiskan waktu untuk bersenang-senang sebagaimana yang biasa dilakukan oleh seorang gadis di Inggris pada umumnya. Hidupnya hanya seputar berpesta dan bersenang-senang dengan sang kekasih.

Namun, semua berubah saat ia memutuskan untuk pindah ke sebuah Universitas dan memiliki banyak teman-teman muslim. Dahulu, Stacey sangat khawatir saat memiliki orang muslim di sekitarnya. Persepsinya tentang muslim sangat negatif, media telah berhasil memberikan framing negatif tentang muslim. Yaitu penuh dengan kejahatan dan kekejaman.

Semua persepsi dan ketakutan itu pada akhirnya berubah saat Stacey berinteraksi langsung dengan teman-teman muslimnya di Universitas. Ia bahkan merasakan hal yang sebaliknya, bertemu dengan muslim sebayanya yang memiliki karakter sangat positif, damai dan tenang dalam menjalankan kehidupan.

Sebelum menjadi seorang muslim dan bertemu dengan teman-temannya, Stacey biasa pergi ke club dan berpesta disana sampai mabuk, itu semua ia lakukan untuk mengisi kekosongan dalam dirinya. Mengobati rasa sakit akibat hubungannya dengan seorang laki-laki dan masalah percintaan. Namun, Saat itu, Stacey mulai merasakan kehilangan dan kehampaan yang tak jelas darimana asalnya dan terus menganggu pikirannya.

Kembali Stacey teringat pada teman-teman perempuan muslimnya. Ia melihat bahwa mereka tak pernah mendapatkan permasalahan yang sama dengannya, yaitu tentang laki-laki dan percintaan. Stacey sangat terkagum bagaimana muslimah sangat menjaga kehormatan dan harga diri mereka.

Cara mereka merepresentasikan diri sebagai perempuan muslim dan juga cara mereka berpakaian membuat Stacey semakin penasaran.

Semenjak itu, rasa penasaran membawanya untuk mencari tahu tentang Islam lebih dalam lagi. Ia mencoba untuk menonton banyak video dakwah tentang Islam dan pentingnya menjaga kehormatan serta harga diri bagi seorang muslimah, dan bagaiamana Islam mengatur hubungan antara laki-laki dengan perempuan.

Perlahan, gadis Inggris itu mulai mengubah penampilannya menjadi lebih sederhana seperti teman-teman muslimahnya, ia juga terinspirasi dengan bagaimana mereka bisa merasakan bebas dan tidak selalu mencari pengakuan dari para lelaki. Stacey pun meninggalkan hubungannya dengan sang kekasih.

Pada akhhirnya semua yang ia tinggalkan dan coba ia mulai mengarahkan hati Stacey pada suatu ketertarikan yang baru. Yaitu ia sangat tersentuh ketika melihat teman-temannya melakukan shalat sebanyak lima kali dalam sehari. Ia pun segera berdoa kepada Allah untuk segera diberikan hidayah dan petunjuk bahwa Islam adalah agama yang benar untuknya.

Saat hari itu juga, Allah mengabulkan doanya. Ia bertemu dengan seorang wanita muslim yang datang untuk membayarkan belanjaannya saat Stacey memiliki masalah pada kartu pembayaran. Ia merasa terkagum atas kebaikan wanita itu. Semua pertanda sudah datang padanya, akhirnya Stacey memutuskan untuk mengucapkan syahadat.

“Aku mungkin tidak akan sampai pada titik ini jika muslim di sekitarku tidak menunjukan Islam dengan kesopanan mereka dan bagaimana mereka sangat baik dan sangat welcome,” tulisnya di Twitter.

Meskipun orangtuanya tidak begitu senang mendengar kabar sang anak yang berpindah agama, Stacey mengaku sangat senang dan lega dengan semua ini. Ia segera percaya bahwa Allah akan membantunya melewati semua ini. gaids yang dulu kehilangan arah, kini telah menemukan jalan kembali dan memiliki hubungan yang baik dengan Tuhannya.

Stacey juga bercerita bahwa shalat telah mengubah dirinya menjadi lebih teratur dalam hidup. Sebelum mengenal Islam ia sangat kacau dan tak beraturan. Ia sangat berterimakasih pada islam telah membuatnya lebih disiplin dan terorganisir khususnya dalam manajemen waktu.

“Terimakaish atas cinta dan dukungan dari kalian semua. Aku sayang kalian sebagaimana seperti keluarga muslimku, “ ujarnya di akhir cerita.

 

Leave a Comment