Sempat Dicemooh, Wanita Ini Tetap Pilih Islam

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Hidayah Allah bisa datang untuk siapapun dan kapanpun juga. Seperti yang dialami wanita kelahiran 1987 ini, Novi. Ia adalah seorang mualaf yang mulai tertarik dengan Islam sejak masih duduk di bangku kelas 6 SD. Di usianya yang masih remaja tanggung itu, Novi yang dulu non Islam selalu punya rasa ingin tahu yang besar tentang agama yang jadi mayoritas di Indonesia ini.

Novi tak ingin keingintahuannya hilang begitu saja. Ia rajin bertanya tentang hal-hal sederhana soal Islam pada teman-temannya. Sebagai tambahan referensi, Novi pun suka menonton film religi di televisi. Ia bahkan sangat bangga saat berhasil menulis tulisan arab untuk kalimat "Assalamualaikum."

Ia tumbuh dan bergaul dengan teman-teman muslim, termasuk seorang teman di SMP yang banyak membantunya dalam mengenal Islam. Teman bernama Herlina itu dengan sabar menjawab setiap pertanyaannya. Ketika SMA, Novi kerap kali menunggu teman-teman yang melaksanakan shalat dzuhur sehingga shalat bukan hal yang benar-benar asing baginya.

Setelah bertahun-tahun mempelajari Islam, Novi pun menguatkan tekad untuk mengucap dua kalimat syahadat. Ia mengaku lebih tenang dan bahagia setelah memeluk Islam. Jika dulu merasa sepi, kini sebaliknya. Bahkan Novi merasa senang karena setiap kali punya keinginan selalu ia minta pada Allah dan selalu dikabulkanNya.

"Saya merasakan hidup lebih tenang, kalau saya mau sesuatu saya langsung minta kepada Allah subhanahu wa ta'ala langsung dikabulkan," katanya saat diwawancarai Muslimahdaily.com.

Namun perjalanannya bukan tanpa halangan. Ia sempat dicibir teman-temannya, hijabnya dibuang, dan mendapat sambutan pesimis dari mereka. Tak sedikit yang mencemoohnya karena dianggap tak layak untuk melakukan ajaran-ajaran Islam. Yang paling memilukan adalah ketika ibunya sendiri yang menentang dan mengusirnya dari rumah. Dari temannya, ia tahu bahwa sang ibu begitu sedih karena keputusannya. Ibu Novi bahkan sampai berdoa agar anaknya bisa kembali.

Novi tak pernah membenci ibunya. Ia bahkan berharap suatu saat bisa memberi kado terindah untuk sang ibu, yakni membawanya ke tanah suci.

Menjadi muslimah saat ini membuat Novi lebih menghargai perbedaan. Wanita kelahiran Jakarta ini semakin giat mendekatkan diri pada Sang Pencipta. Novi ingin menjadi muslim yang kaffah di mata Allah. Saat ini aktif sebagai wiraswasta, ia ingin jadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Cita-citanya mendirikan rumah baca bagi orang tak mampu, yatim, piatu, dan mereka yang kurang beruntung.

Leave a Comment