Jalan Cahaya Nenek Berusia 79 Tahun

Nenek Minarsih sedang bersyahadat Nenek Minarsih sedang bersyahadat (Foto : Mimbar Darussalam)

Muslimahdaily - Usia senja bukanlah penghalang hadirnya cahaya hidayah. Sebelum ajal menjemput, seorang tak akan luput dari kesempatan mendapat rahmat dan ampunan Allah yang luasnya jauh melebihi samudra. Inilah Minarsih, wanita berusia 79 tahun, salah satu yang beruntung mendapat kesempatan emas tersebut.

Dengan bantuan tongkat penyanggah dan dipapah dua orang keluarganya, Nenek Minarsih berdiri di hadapan mimbar Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur. Dengan penglihatan dan pendengaran yang tak lagi sempurna, sang nenek mantap mengikuti panduan pengucapan syahadat. Meski sempat kesulitan dan terbata-bata, wanita sepuh itu pun akhirnya dapat melantunkan dua kalimat syahadat yang meresmikannya menjadi seorang muslim.

Dikutip dari majalah resmi Masjid Darussalam, "Mimbar Darussalam", ketertarikan Nenek Minarsih pada Islam bermula dari tetangganya di wisma singgah pensiun. Tetangga yang kemudian menjadi sahabatnya itu begitu baik dan giat beribadah. Sang nenek juga selalu penasaran dengan kegiatan sahabatnya yang rutin pengajian di masjid setiap pagi.

Awalnya, ia berinteraksi biasa dengan sang sahabat, mengobrol aktivitas keseharian, menceritakan masa lalu ataupun hal-hal ringan lain. Namun obrolan biasa itu menjadi sebuah keakraban. Sang sahabat tak pernah mengajak Nenek Minarsih pada Islam. Namun ternyata kebaikannya menjadi sebuah perantara bagi Nenek Minarsih memilih jalan Islam.

Hingga suatu hari, nenek Minarsih pun bertanya perihal Islam kepada tetangganya itu. Tak sangka, hatinya begitu tergerak dan tersentuh. “Saat bertemu, keduanya sering kali berdiskusi dan mengobrol segala hal mulai dari berbagi pengalaman tentang anak dan keluarga, perak-pernik kehidupan lainnya, hingga sampai pada ketertarikan Minarsih terhadap rutinitas mengaji sahabatnya yang muslim itu, tulis mimbar Darussalam.

Padahal selama 79 tahun, Nenek Minarsih dikenal sebagai penganut Katolik yang taat. Sang wanita tua itu juga memiliki beberapa saudara muslim. Namun tak ada satu pun keluarganya yang dapat menggerakkan hati sang nenek untuk berislam. Di kala muda, memanglah Minarsih tak pernah sedikit pun berpikir untuk memeluk agama rahmatan lil alamin ini. Siapa sangka hidayah justru datang di kala senja.

Sebelum memutuskan bersyahadat, Nenek Minarsih sempat tertarik untuk shalat. Ia kemudian meminta sahabatnya untuk mengajari tata cara berwudhu dan mendirikan shalat. Merasakan sejuknya ibadah menghadap Allah, si nenek pun kemudian merasakan ketenangan tak terkira.

Maka mantaplah hati Nenek Minarsih untuk memeluk agama yang dibawa Rasulullah ini. Ia kemudian menuju Masjid Darussalam didampingi anak cucunya yang muslim, dan didampingi sahabat shalihahnya. Dengan perlahan, ia melantunkan persaksian tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.

Segenap jama’ah Masjid Darussalam yang hadir turut menyaksikan satu peristiwa hijrahnya seorang nenek yang kembali pada fitrah manusia seutuhnya, yaitu sebagai hamba sang Pencipta. Sebagian jama’ah terhanyut dalam syukur serta haru, dan sebagian lain tak kuasa menahan tangis dalam jalinan ukhuwah Islamiyah.

Selepas berislam, Nenek Minarsih memiliki aktivitas baru yang mengisi masa tuanya. Belajar membaca Al-Qur'an, itulah aktivitasnya. "Ketika Mimbar Darussalam berkunjung mengantarkan bingkisan untuk Minarsih belum lama ini, banyak perubahan yang terjadi dalam kesibukan pensiunnya kali ini. Dengan Al-Qur'an dan sejumlah buku panduan Islam, ia nampak menyibukkan diri memperdalam agama Islam," tulis majalah masjid tempat Nenek Minarsih bersyahadat.

Aktivitas barunya itu pun tak sendiri dilakukan, melainkan banyak saudara Muslimah yang menemaninya. Sang sahabat sekaligus tetangga Nenek Minarsih juga begitu bahagia dan mendampingi Nenek Minarsih untuk mengajarkan perihal iman, taqwa, ibadah dan lain sebagainya. Tak hanya itu, Masjid Darussalam juga mengutus seorang ustadzah untuk menjadi pendamping dan pembimbing Nenek Minarsih.

Last modified on Minggu, 04 September 2016 06:43