3 Kisah Romantis Nabi Muhammad SAW Bersama Istrinya

Muslimahdaily - Nabi Muhammad shalallahu ‘aialhi wa sallam adalah seorang nabi sekaligus pemimpin umat. Beliau pastilah sangat sibuk untuk mengatur kaum muslimin, namun di balik kesibukannya, beliau tetap menjalin hubungan dengan para istrinya dengan sangat baik. Bahkan tak jarang beliau berperilaku dengan sangat romantis. Berikut ini beberapa kisah romantis Rasulullah bersama para istrinya.

1.Memberikan waktu untuk bersama istrinya

Suatu hari sahabat Rasulullah sedang berlatih pedang di dalam masjid, kemudian beliau bertanya kepada Aisyah “Wahai khumaira, apakah engkau ingin melihat mereka (berlatih)?” kemudian Aisyah menjawab, “Iya.”

Lalu Rasulullah berdiri di depan pintu diikuti oleh Aisyah, Aisyah dengan romantisnya meletakkan dagunya di pundak Rasulullah dan menyandarkan wajahnya di pipi Rasulullah. Setelah agak lama, Rasulullah berkata, “sudah cukup,” kemudia dijawab oleh Aisyah, “Wahai Rasulullah, jangan terburu-buru,” Rasulullah dengan tawadhu nya kembali menemani Aisyah. Hingga Rasulullah berkata lagi, “sudah cukup,” dan kembali dijawab, “Wahai Rasulullah, jangan terburu buru.” Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam menemani Aisyah hingga pada akhirnya Aisyahlah yang bosan melihat mereka para sahabat Nabi berlatih.

Sebenarnya Aisyah juga tak benar-benar ingin melihat para sahabat nabi berlatih, ia berlaku demikian karena ingin para wanita tahu kedudukannya di sisi Rasulullah dan kedudukan Rasulullah di sisi Aisyah.

2.Lomba lari bersama Aisyah

Ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat, Aisyah yang waktu itu masih kurus diajak berlomba lari oleh Rasulullah. Karena tubuh Aisyah yang kurus, ia dapat berlari dengan gesit dan berhasil mengalahkan Rasulullah.

Romantisnya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, ia justru mengalah dari Aisyah. Namun pada perjalanan selanjutnya, ia kembali mengajak Aisyah berlomba lari. Namun, Aisyah yang tak lagi kurus tak berhasil mendahului Rasulullah. Setelah berhasil menang, beliau berkata, “Wahai Aisyah, ini adalah balasan atas kekalahanku yang dahulu.” Itulah cara tersendiri Rasulullah menunjukkan sikap romantisnya dengan istrinya.

3.Menjadikan lututnya sebagai tumpuan untuk menaiki onta

Ketika suatu perang berakhir, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mendengar kabar tentang kecantikan Shafiah binti Huyai dan suami yang meninggal padahal usia pernikahan mereka masih dini. Kemudian Rasulullah meminang Shafiah untuk dijadikan istrinya.

Saat perjalanan pulang menuju Madinah. Anas bin Malik berkata, “Aku melihat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam duduk di dekat unta lalu meletakkan lututnya, kemudian Shafiah menginjakkan kakinya di atas lutut beliau untuk naik di atas unta.”

Riwayat lain mengatakan, Aisyah berkata, “Rasalullah sama seperti lelaki lain, tapi beliau yang paling mulia, paling lemah lembut, serta senang tertawa dan tersenyum.”

Last modified on Minggu, 15 November 2015 21:09

Leave a Comment