Pertemuan Nabi Ya'qub dan Saudara Kembarnya Disambut Empat Ratus Bala Tentara

Ilustrasi Ilustrasi

Muslimahdaily - Ketika Ya'qub sudah sampai wilayah Seir, ia bertemu dengan sejumlah malaikat yang memberitahukan kepadanya bahwa jarak yang harus ditempuh sudah semakin dekat. Mengetahui hal tersebut, Ya'qub mengurus beberapa orang untuk berjalan terlebih dahulu untuk memberitahukan saudara kembarnya, Esau, bahwa ia akan segera pulang dan ingin melakukan ishlah dengannya.

Para utusan itu pun segera berangkat untuk menghadap Esau, dan tidak beberapa lama mereka kembali lagi untuk mengabarkan Ya'qub bahwa Esau telah siap menyambutnya dengan empat ratus bala tentara.

Mendengar kabar tersebut Ya'qub pun merasa ketakutan. Ia langsung melakukan ibadah kepada Allah dan memanjatkan berbagai do'a, ia merendahkan diri di hadapan-Nya dan bersedih diri, ia juga menyenandungkan janji Tuhan yang akan selalu menjaga dirinya. Ia memohon kepada Tuhannya untuk dijauhkan dari kejahatan yang mungkin dilakukan oleh saudara kandungnya itu.

Kemudian Ya'qub mempersiapkan berbagai hadiah untuk Esau, di antaranya ada dua ratus ekor kambing betina beserta dua puluh ekor kambing jantan, dua ratus ekor domba betina beserta dua puluh ekor domba jantan, tiga puluh ekor onta yang sedang menyusui beserta anak-anaknya, empat puluh ekor lembu betina beserta sepuluh ekor lembu jantan, dan dua puluh ekor keledai betina beserta sepuluh ekor keledai jantan.

Semua itu diserahkan pada budak-budaknya untuk dijaga dengan baik, tiap budak menjaga setiap jenis hewan dan berjalan dengan menjaga jarak antara satu jenis hewan dengan hewan lainnya.

Ya'qub juga berpesan kepada budak-budak yang berada paling depan, apabila mereka bertemu dengan Esau dan ia bertanya, "Siapakah tuan kalian? Siapakah tuan dari hewan-hewan ini?" Maka harus dijawab, "Kami dan hewan-hewan ini adalah milik hambamu Ya'qub dan akan dihadiahkan kepada tuan Esau."

Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, setiap mereka juga diharuskan untuk berkata pada Esau, "Hambamu Ya'qub berjalan tepat di belakang kami, sebentar lagi ia juga sampai sini."

Jarak antara budak-budak yang disuruh jalan terlebih dahulu dengan Ya'qub adalah dua malam perjalanan. Ya'qub yang membawa dua istrinya, dua pelayan wanitanya dan kesebelas anaknya, selalu berjalan di malam hari, sementara pada siang hari mereka gunakan untuk bersembunyi.

Pada malam kedua, datanglah seorang malaikat yang mengubah diri menjadi manusia. Karena tidak senang dengan kedatangannya, maka Ya'qub yang mengira malaikat itu sebagai manusia biasa mengajaknya untuk berkelahi, dan mereka pun terlibat dalam perkelahian. Sebenarnya perkelahian itu dapat dikatakan lebih dikuasai oleh Ya'qub, hanya saja pada akhirnya malaikat itu dapat melukai sendi pangkal paha Ya'qub hingga ia jatuh tersungkur.

Ketika fajar menyingsing, malaikat itu bertanya pada Ya'qub, "Siapakah namamu?" Ya'qub menjawab, "Namaku Ya'qub." Lalu malaikat itu berkata, "Mulai hari ini tidak boleh ada nama lain yang menjadi panggilanmu kecuali Israel." Dengan wajah yang kebingungan Ya'qub pun bertanya, "Memangnya kamu siapa? Dan namamu siapa?" Namun bukannya menjawab, malaikat itu malah pergi dari hadapannya dan Ya'qub pun mulai memahami bahwa orang yang berkelahi dengannya adalah seorang malaikat.

Setelah itu Ya'qub bangkit dengan luka di sendi pangkal pahanya. Dari kejadian itulah mengapa sampai sekarang Bani Israil tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha.

Ketika Ya'qub menengadahkan pandangannya, ternyata ia melihat saudara kembarnya, Esau berada di hadapannya dengan diiringi oleh empat ratus orang pasukannya. Maka Ya'qub pun maju ke depan dua istri dan anak-anaknya. Ia bersujud di hadapan Esau sebanyak tujuh kali. Sujud itu merupakan bentuk penghormatan pada zaman itu, dan memang diperbolehkan, sebagaimana para malaikat bersujud kepada Adam untuk menghormatinya, begitu juga dengan saudara-saudara Yusuf dan ayahnya yang bersujud di hadapannya.

Setelah melihat jelas wajah Ya'qub, Esau langsung menghampirinya, memeluknya dan menciumnya. Kemudian mereka berdua pun larut dalam tangisan.

Kemudian Esau memandang para wanita dan anak-anak yang ada di belakang Ya'qub seraya bertanya, "Siapakah mereka itu?" Lalu Ya'qub menjawab, "Mereka adalah keluarga yang dianugerahkan Allah kepada hambamu ini."

Setelah itu mendekatlah dua pelayan perempuan Ya'qub beserta anak-anaknya kepada Esau, dan mereka bersujud di hadapannya. Lalu mendekatlah Lea dan anak-anaknya kepad Esau, dan mereka pun bersujud di hadapannya. Lalu terakhir dilanjutkan dengan Rachel dan anaknya, Yusuf, dan mereka berdua pun bersujud di hadapan Esau.

Tak lupa setelah itu Ya'qub mempersembahkan hadiah-hadiah yang ia bawa kepada Esau untuk diterimanya, dan Esau pun menyambut baik semua hadiah itu dan menerimanya dengan senang hati.

Leave a Comment