Gurauan Rasulullah Pada Wanita Tua yang Ingin Masuk Surga

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Selain gagah dan bijaksana, Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam pun dikenal sebagai pribadi yang hangat dan senang bergurau bersama sahabatnya. Tentu gurauan beliau tak pernah mengandung kata-kata kebohongan dan merendahkan orang lain, justru gurauan beliau penuh dengan pembelajaran yang berfungsi untuk mendidik para sahabat dan orang-oran yang ada di sekelilingnya.

Salah satu kisah yang sangat populer adalah ketika suatu hari, seorang wanita tua datang menemui Rasulullah. Maksud dan tujuannya saat itu adalah untuk meminta doa kepada Rasulullah agar dirinya bisa masuk surga.

Wanita tua itu berkata, “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah supaya aku dimasukkan ke dalam surga.”

Mendengar perkataan wanita tua itu, Rasulullah pun tersenyum kemudian menjawab, “Wahai ibu, surga tidak dapat dimasuki oleh orang-orang tua.”

Jawaban Rasulullah lantas membuat ibu itu menangis tersedu-sedu. Melihat kejadian itu, Rasulullah yang memiliki hati lembut itu tersenyum kemudian segera menghampiri si ibu tua dan mengusap air matanya.

“Wahai ibu, tidakkah ibu pernah mendengar firman Allah yang berbunyi, ‘Kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan yang istimewa serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disenuh) yang tetap mencintai jodohnya serta yang sebaya umurnya?” ujar Rasulullah.

Para sahabat yang mendengar sabda beliau pun tertawa. Mereka menyadari bahwa apa yang Rasulullah katakan hanyalah gurauan belaka. Ia ingin menyampaikan pesan bahwa di surga nanti tak akan ada wanita tua. Semuanya akan menjadi muda kembali.

Maka benarlah apa yang disampaikan oleh Rasulullah tersebut.

Dalam riwayat lain dikisahkan tentang tamu Rasulullah yang kehilangan keledainya.

Suatu hari, Rasulullah dan para sahabat sedang duduk santai di pekarangan masjid seusai shalat berjamaah. Datanglah seorang laki-laki badui yang ingin bertemu dengan Rasul. Namun, sebelum masuk ke dalam masjid, ia meletakkan keledainya di pekarangan masjid.

Pada saat itu, Nuaiman dan teman-temannya berada di luar masjid dan melihat keledai milik orang badui itu. Setelah melihat kanan dan kiri, Nuaiman beranggapan bahwa hewan ini hanyalah hewan liar yang tak memiliki majikan.

Melihat kondisi yang aman, Nuaiman bertanya pada temannya, “Bagaiamana kalau kita sembelih saja hewan ini?” Teman-temannya pun setuju dan mereka dengan lahap memakan daging keledai itu.

Keluar dari masjid, laki-laki badui itu kebingungan mencari dimana keledainya berada. Akhirnya ia mengadukan permasalahan tersebut kepada Rasulullah. Beliau sebagai pemimpin kota Madinah saat itu merasa sangat bertanggung jawab atas kehilangan keledai tamunya.

Rasulullah pun bertanya kepada para sahabat tentang siapa yang mencuri keledai laki-laki ini. Salah satu sahabat akhirnya mengaku menyaksiskan Nuaiman lah yang telah mengambil keledai orang badui tersebut.

Rasulullah akhirnya segera mencari Nuaiman yang ternyata saat itu sedang mengumpat di rumah Dzubah binti Zubair. Setelah sampai, Rasulullah bertanya pada Dzubah, “Apakah engkau melihat Nuaiman di sini?”

Dzubah menjawab, “Nuaiman tidak ada disini wahai Rasulullah.” Dzubah menjawab pertanyaan Nabi sambil mengerenyitkan wajah dan mengisyaratkan bahwa sebenarnya Nuaiman sedang mengumpat di rumahnya.

Menangkap kode tersebut, Rasulullah segera berkata, “Wahai Dzubah, beri tahu kepada Nuaiman bahwa aku akan sembelih dia hari ini.”

Mendengar perkataan Rasulullah, Nuaiman pun gemetar ketakutan. Ia segera keluar dari tempat persembunyiannya. Sang baginda kemudian bertanya pada Nuaiman, “Siapa yang menyuruhmu menyembelih keledai tamuku tadi?”

“Aku disuruh dia, wahai Rasulullah,” jawab Nuaiman.

Setelah mengetahui hal tersebut, Rasul tersenyum dan sebagai pemimpin yang bertanggung jawab beliau segera menggantikan keledai milik laki-laki baduy itu. Rasulullah sadar bahwa Nuaiman sedang dipermainkan oleh teman-temannya.

Sumber: Kisah Inspiratif Teladan Rasul - Miftahul Asror Malik.

Leave a Comment