Fitnah -Fitnah yang Pernah Menyerang Nabi Muhammad

ilustrasi ilustrasi


Dalam sejarah hidup Rasulullah, beliau beberapa kali jadi korban kabar bohong. Tentu saja bukan hal aneh, mengingat Rasulullah membawa ajaran baru yang saat itu menentang mayoritas kepercayaan orang banyak. Pastilah ada beberapa warga yang merasa terusik dan berusaha berbagai cara untuk menggagalkan dakwah Nabi Muhammad.

Beberapa fitnah tersebut bahkan tidak hanya menyerang Rasulullah, melainkan orang terdekatnya. Berikut ini Muslimahdaily rangkum beberapa fitnah yang pernah dituduhkan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

1. Dituduh sebagai penyihir

Beberapa hari sebelum musim haji, orang-orang Quraisy berkumpul di rumah Al Walid bin Al Mughirah, salah satu orang terpandang. Mereka hendak mencari cara guna membuat sosok Muhammad jelek di mata orang-orang.

“Wahai orang-orang Quraisy! Sungguh musim haji telah tiba. Pada musim haji ini delegasi bangsa Arab akan datang, mereka telah mendengar masalah ini. Satukanlah opini kalian, lupakanlah perselisihan agar kalian tidak saling mendustakan apa yang kalian sebarkan,” seru Al Walid.

“Katakan saja bahwa dia (Nabi Muhammad) adalah dukun,” usul salah satu dari mereka.

“Dia bukanlah seorang dukun. Kita telah mengenal banyak dukun, tetapi Muhammad tidak pernah berkomat-kamit dan bersajak layaknya dukun,” timpal Al Walid.

Diskusi terus berlanjut. Ada yang menyarangkan untuk mengatai Rasulullah sebagai orang gila, penyair hingga penyihir.

Kemudian pembicaraan mereka hampir usia tatkala Al Walid mengusulkan ide.

“Wallahi! Sebutan yang paling mirip untuk dia adalah penyihir. Dia datang membawa suatu perkataan menyerupai sihir yang bisa memisahkan antara seseorang dengan bapaknya, seseorang dengan saudaranya, seseorang dengan istrinya, seseorang dengan kerabat dekatnya, sehingga kalian terpecah belah,” kata Al Walid.

Mereka akhirnya setuju dan membubarkan diri. Saat musim haji tiba, orang-orang Quraisy duduk-duduk di pinggir jalan Mekkah yang dilalui pendatang. Setiap orang yang lewat maka akan mendengar peringatan dan penjelasan bahwa Muhammad adalah penyihir.

Ketika hari pelaksanaan haji tiba, Nabi Muhammad dayang ke tempat-tempat perkumpulan, rumah-rumah jamaah haji. Beliau mengajak mereka agar memeluk Islam, seraya berkata, “Wahai sekalian manusia! Katakanlah, ‘Tiada tuhan selain Allah,’ maka kalian akan beruntung.”

Sementara itu Abu Lahab terus menerus mengikuti kemana Nabi Muhammad pergi untuk mendustakan dan menyakitinya. Sampai musim haji berakhir, para pendatang hanya mendengar kabar dusta mengenai Sang Rasul.

2. Dituduh bahwa Al Qur’an adalah mimpi bohong Rasulullah

Tak sampai di situ, Rasulullah terus menerus dihujani dusta. Pernah suatu ketika orang-orang Quraisy menyebar kabar bahwa Al Qur’an merupakan mimpi-mimpi bohong Rasulullah yang dilihatnya ketika tidur.

Selain itu, banyak kabar berebdar bahwa Al Qur’an hanyalah rekaya Muhammad belaka, bahwa dialah yang menciptakannya atau diajakarkan oleh orang lain.

“Sesungguhnya Al Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad).” (QS. an-Nahl: 103).

“(Al Qur’an) ini tidak lain hanyalah kebohongan yang diada-adakan oleh Muhammad dan dia dibantu oleh kaum yang lain.” (QS. Al Furqan: 4).

3. Dituduh bersekutu dengan jin

Nabi Muhammad juga pernah dituduh bersekutu dengan jin. Kabar tersebut beredar lantaran sebagai bukti bahwa keindahan kata-kata yang ada di dalam Al Qur’an tersebut bukanlah buatan manusia. Oleh sebab itu mereka mengatakan Rasulullah bersekutu dengan jin atau setan sebagaiman dukun mendatangi jin.

Pada persitiwa ini, Allah menurunkan wahyu guna membantah dusta tersebut. Allah berfirman,

“Maukah Aku beritahu kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka (setan) turun kepada tiap-tiap pendusta yang banyak dosa.” (QS. Al Syu’ara’: 221-222).

4. Dituduh sebagai orang gila

Berbagai cara dilakukan orang-orang Quraisy untuk menggagalkan dakwah Rasulullah, salah satunya berkata bahwa sang Nabi adalah orang gila yang banyak mengkhayal. Khayalannya itu kemudian dituangkan ke dalam kalimat-kalimat indah—maksudnya adalah ayat-ayat Al Qur’an. Mereka menyamakan Rasul Allah dengan penyair dan sastrawan kala itu.

Namun kemudian lagi-lagi Allah membantah dusta tersebut dengan sebuah wahu.

“Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakannya?” (QS. Al Syu’ara’: 224-226).

5. Aisyah dituduh berselingkuh

Tak hanya Rasulullah, Sayyidina Aisyah Radhiyallahu ‘anha juga pernah mendapat fitnah. Sang istri dituduh berzina dengan sahabat. Kala itu, Aisyah yang ikut perjalanan Rasulullah ke Madinah sempat turun dari tandu guna menggambil kalungnya yang jatuh.

Setelah menemukan kalungnya kembali, Aisyah kembali ke tempat peristirahatan mereka. Tapi tidak didapati satupun anggota rombongan. Mereka pun tidak curiga tandu tersebut ringan lantaran wanita saat itu memiliki tubuh yang ringan.

Ketika Aisyah hampir tertidur karena menunggu, seorang sahabat bernama Shafwan melihatnya. Shafwan sendiri sebenarnya memang tertinggal rombongan. Lantas keduanya berjalan berdua untuk menyusul romobongan.

Sesampainya di Madinah, kabar buruk mulai muncul dan menyebar dengan cepat. Kabar tersebut berisi bahwa Aisyah sudah melakukan zina dengan Shafwan.

Akibat kabar ini, sayyidina Aisyah sempat menangis semalaman hingga pagi. Bahkan Rasulullah hampir menceraikan hingga akhirnya Allah menurunkan sebuah firman untuk menyangkal kabar bohong tersebut.

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar (pula).” (QS. An-Nur: 11).

Wallahu ‘ala.

Sumber: Sirah Nabi karya Syaikh Shafiyyurahman Al Mubarakfuri, Muslimahdaily.

Leave a Comment