Kisah Perjalanan Nabi Adam dan Hawa, dari Surga Hingga Ke Bumi

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Jauh sebelum keberadaan kita di dunia, terdapat manusia pertama yang diciptakan oleh Allah untuk kemudian tinggal di bumi. Ialah Nabi Adam dan juga Hawa. Kisah mereka abadi sampai saat ini, bahkan Allah telah menuliskannyadi dalam Al-Quran. Mulai dari penciptaan Hawa hingga turunnya mereka dari surga ke bumi.

Penciptaan Hawa

Pada saat tinggal di surga, Adam tak sendiri. Allah akhirnya mendatangkan seorang wanita untuk bersama-sama tinggal di surga dan juga memberi ketentraman kepada Adam.

As-Suddi meriwayatkan dari Abu Saleh dan Abu Malik, dari Ibnu Abbas, disebutkan pula di sanad yang lain dari Murrah, dari Ibnu Mas'ud, lalu juga dari sejumlah sahabat lainnya, bahwa mereka mengatakan,

"Iblis dikeluarkan dari surga dan Adam ditempatkan dalam surga. Namun ia berjalan sendirian tanpa ada istri yang dapat memberikan ketentraan. Lalu ketika ia bangun dari tidurnya di suatu hari ia melihat seorang wanita yang sedang duduk di samping kepalanya, wanita itu diciptakan oleh Allah dari tulang rusuknya.

Lalu Nabi Adam bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah seorang wanita." Lalu Adam bertanya lagi, "untuk apa kamu diciptakan?' Ia menjawab, "Agar kamu dapat merasa tentram di sampingku." Lalu para malaikat bertanya pada Adam (untuk menguji keilmuannya), "Siapakah nama wanita itu wahai Adam?" Ia menjawab, "Hawa." Mereka bertanya lagi, "Mengapa Hawa?" ia menjawab, "Karena ia diciptakan dari suatu kehidupan."

Muhammad bin Ishaq meriwayatkan, dari Ibnu Abbas, bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk kiri Adam yang paling pendek ketika ia sedang tertidur, lalu tulang itu digantikan balutan daging.

Bisikan Iblis kepada Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang

Saat Adam dan Hawa tinggal di dalam surga dan menikmati segala kenikmatan yang telah Allah berikan, datang iblis yang berusaha untuk menggoda mereka. Iblis memisikkan pada mereka untuk memakan buah terlarang di dalam surga, "Tidak mungkkin kalian di larang memakan buah dari pohon ini kecuali bertujuan mencegah kalian untuk menjadi malaikat ataupun kekal di surga, apabila kalian makan ini maka kalian akan kekal abadi."

"Dia (setan) membujuk mereka dengan tipu daya. Ketika mereka mencicipi (buah)pohon itum tampaklah oleh mereka auratnya, maka mulailah mereka menutupinya dengan daun-daun surga." (Qs. Al-a'raf: 22).

Disimpulkan dari hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Hawa adalah orang pertama yang memakan buah dari pohon tersebut sebelum akhirnya Adam juga memakannya, dan Hawa pulalah yang mendorong Adam untuk memakannya. Wallahu a'lam.

Dari Bisyr bin Muhammad, dari Abdullah, dari Mamar, dari Hammam bin Munabbih, dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda, "Kalau saja tidak karena perbuatan Bani Israil maka daging tidak akan pernah membusuk. Dan kalau saja tidak karena perbuatan Hawa, (dengan membujuk Adam untuk memakan buah terlarang) maka wanita tidak akan pernah menghianati suaminya."

Taubat dan hukuman untuk Adam dan Hawa

Setelah terhasut oleh bujukan iblis untuk memakan buah terlarang, Adam dan Hawa segera mendapat peringatan langsung dari Allah, mereka pun segera bertaubat mengakui dan menyesali perbuatannya.

"Tuhan menyeru mereka. 'Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu dan Aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?' Keduanya berkata, 'Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi." (Qs. Al-A'raf:22-23).

Ayat selanjutnya menjelaskan bahwa Allah meminta mereka untuk turun ke bumi karena tela lalai.

"Allah berfirman. 'Turunlah kamu. Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenanganmu sampai waktu yang telah ditentukan." (QS. Al-A'raf:24).

Pada surat Thaha juga disebutkan, "Dia (Allah) berfirman, 'Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain." (Qs. Thaha: 123).

Perintah tersebut ditujukan kepada Adam dan iblis. Hawa ikut bersama Adam, sedangkan ular ikut serta bersama iblis.

Tempat pendaratan Adam dan Hawa di bumi

Terdapat berbagai pendapat tentang tempat turunnya Adam dan Hawa di bumi. Seperti riwayat Ibnu Abi Hatim mengatakan bahwa Nabi Ada mendarat di suatu tempat yang disebut "Dahna" yang terletak di antara Kota Makkah dan Thaif.

Sedangkan riwayat Hasan menyebutkan bahwa Nabi Adam mendarat di wilayah India, lalu Hawa di Jeddah dan iblis di Dastimaisan, beberapa mil dari Kota Basrah, sedangkan ular di Asfahan. Keterangan ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi Hatim.

Pendapat lain dari As-Suddi, ia mengatakan bahwa Nabi Adam mendarat di wilayah India, dia turun bersama Hajar Aswad dan segenggam daun dari surga, lalu daun itu ditebarkan di India hingga tumbuh pepohonan yang tercium aroma harum disana.

Terakhir adalah riwayat dari Ibnu Umar, ia menyebutkan bahwa Nabi Adam mendarat di bukit Shafa dan Hawa di Bukit Marwah. Atsar ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Abi Hatim.

Itulah rangkaian pertemuan Nabi Adam dan Hawa mulai dari penciptaan hingga akhirnya mereka diturunkan ke bumi. Semoga bisa mengambil pelajaran dari kisah ini. Wallahu a'lam.

Sumber: Kitab Kisah Para Nabi - Imam Ibnu Katsir

 

 

1 comment

Leave a Comment