Kisah Nabi Yusuf Saat Menafsirkan Mimpi Sang Raja

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Salah satu ujian yang menimpa Nabi Yusuf adalah saat ia difitnah karena ketampanannya. Semua wanita di lingkungan kerajaan saat itu sangat terpesona padanya. Bahkan istri dari sang raja, atau majikan Yusuf pun telah tergoda olehnya. Namun, Allah telah menyelamatkan Nabi Yusuf dan akhirnya ia dimasukkan ke dalam penjara oleh raja untuk meredam kegaduhan yang saat itu terjadi.

Saat Nabi Yusuf berada di dalam penjara dalam kurun waktu yang tidak menentu, hembusan angin segar pun datang. Sang raja saat itu tengah membutuhkan seseorang yang bisa menafsirkan mimpinya. Sebab ia baru saja bermimpi sesuatu yang aneh.

Berkatalah ia pada para penafsir mimpi dan kaumnya, namun tidak ada seorang pun dari mereka yang dapat menafsirkan mimpi tersebut dengan baik, bahkan mereka berkata, "(Itu) mimpi-mimpi yang kosong." Menurut mereka mimpi sang raja hanyalah bunga tidur yang tidak memiliki arti apa-apa.

Pada saat itulah pelayang yang pernah ditafsirkan mimpinya oleh Yusuf dan selamat hingga hari itu, teringat kepada Yusuf. Saat ia mendengar bahwa raja membutuhkan seseorang yang dapat menafsirkan mimpinya dan para penafsir tidak bisa memberi jawaban yang memuaskan, pelayan itu merekomendasikan Nabi Yusuf.

Pelayan itu berkata kepada kaumnya dan juga rajanya, "Aku akan memberitahukan kepadamu tentang (orang yang pandai) menakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya)."

Setelah diizinkan oleh raja, pelayan itu segera menemui Yusuf dan berkata, "Yusuf, wahai orang yang sangat dipercaya. Terangkanlah kepada kami (takwil mimpi) tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk yang dimakan oleh tujuh (ekor sapi betina) yang kurus, tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering agar aku kembali kepada orang-orang itu, agar mereka mengetahui."

Setelah mengetahui hal tersebut, Yusuf berusaha keras mengeluarkan ilmu yang dimilikinya, tanpa ada yarat apapun dan tanpa menunda-nunda. Ia langsung memberikan apa yang mereka inginkan tana meminta untuk dikeluarkan dari penjara itu secepatnya. Kemudian ia memberitahukan tentang apa yang ia ketahui tentang tafsir mimpi tersebut.

Nabi Yusuf mengatakan, "Negeri ini akan mengalami tujuh tahun masa subur, dan kemudian dilanjutkan tujuh tahun masa panceklik, Setelah itu akan datang tahun, di mana manusia diberi hujan dengan cukup."

Maksudnya adalah setelah tujuh tahun kekeringan maka akan datang lagi tahun berikutnya musim subur, musim penghujan, dan musim-musim panen raya, "dan pada masa itu mereka memeras anggur." Yaitu, buah-buahan yang biasanya mereka peras untuk menjadi minuman, seperti anggur, tebu, zaitun dan yang lainnya akan tumbuh lagu dengan subur dan akan menghasilkan minuman lagi seperti biasanya.

Nabi Yusuf juga memberitahukan pada mereka tentang jalan keluar yang harus ditempuh. Ia menunjukkan cara mengatasi dua musim yang akan mereka alami begitu panjangnya, yaitu dengan cara menyimpan makanan lengkap dengan tangkainya pada tujuh tahun pertama, kecuali apa yang cukup untuk mereka makan sehari-hari saja.

Kemudian mengurangi penanaman pada tujuh tahun kedua, karena biasanya pada musim kemarau itu penanaman akan kurang menghasilkan, atau hasilnya sedikit buruk dibandingkan dengan musim penghujan.

Semua keterangan yang diberitahukan oleh Yusuf menunjukkan betapa sempurnanya ilmu yang dimiliki Yusuf dan betapa sempurnanya pemikiran dan pemahamannya tentang hal tersebut.

Setelah kejadian takwil mimpi ini, Nabi Yusuf segera dibebaskan dari penjara dan ia diberikan jabatan sebagai Bendahara Negara.

Masya Allah, semua terjadi atas kehdendak Allah.

Sumber: Kisah Para Nabi - Imam Ibnu Katsir

Leave a Comment