Kisah Nabi Sam'un yang Sangat Kuat dan Perkasa

ilustrasi ilustrasi

Muslimahdaily - Nabi Sam’un al-Ghazi adalah nabi yang memiliki kekuatan besar dalam dirinya. Kisah mengenai Nabi Sam'un terdapat di dalam sejumlah kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyya. Nabi Sam’un al-Ghazi berasal dari bani Israil yang kemudian diutus oleh Allah ke tanah Romawi. Dikisahkan bahwasanya nabi Sam’un memiliki rambut yang sangat panjang, bahkan saat ia berdiri rambutnya sampai menyentuh tanah.

Saat itu penduduk kaum Nabi Sam'un menganut paganisme, yakni menyembah berhala. Oleh Allah, Nabi Sam'un diperintahkan untuk menyadarkan mereka dan segera bertauhid kepada Allah. 

Layaknya para nabi lainnya, Allah SWT juga memberikan mukjizat kepada Nabi Sam’un. Dia diberi kekuatan yang tak dimiliki manusia lainnya. Dengan kekuatan fisik yang dimilikinya, dia bisa membengkokkan bahkan mematahkan besi yang paling kuat, ia juga bisa memutuskan rantai dan bisa menghancurkan tembok besar serta bangunan yang kuat nan megah.

Dengan kekuatannya itu, Nabi Sam’un berperang melawan bangsa yang menentang keesaan Allah Subhanahu wa ta'ala. Nabi Sam’un bahkan tak takut melawan Raja Israil.

Sementara itu, sang raja mencari cara agar Nabi Sam’un bisa dimusnahkan. Sang raja bahkan tak segan memberi hadiah yang besar kepada siapa saja yang mampu menaklukkan Nabi Sam’un. Raja mengadakan sayembara yang barang siapa bisa menangkap Sam’un al-Ghazi hidup-hidup dengan keadaan lemah, maka kami beri harta uang, emas, hingga permata yang melimpah.

Di tengah pencarian orang yang mampu mengalakahkan Nabi Sam'un, raja mendapat sebuah ide. Ide tersebut yakni dengan menghasut istri Nabi Sam'un dengan iming iming perhiasan mewah dan harta yang amat banyak. Maka dipanggilkan istri Nabi Sam'un untuk menghadap raja.

“Kamu sayang tidak kepada suamimu?” taya sang raja.

“Wahai raja, tentu saja aku sayang pada suamiku,” jawab sang istri.

“Kamu tahu, kan kalau suamimu membuat kami semua takut?” ujar Raja lagi.

“Ya, aku tahu, wahai Raja," jawabnya.

“Aku ada tawaran untuk mu. Jika kamu bisa tahu kelemahan suaminu, dan berhasil membuatnya lemah, kami akan beri kamu perhiasan, emas dan permata untukmu,” kata raja memancing keserakahan sang istri. 

“Wahai raja, aku siap dengan tugasku,” jawab sang istri antusias. Rupanya istri Nabi Sam'un tergoda dengan tawaran sang raja.

Demi hadiah besar, sang istri berusaha mencari tahu kelemahan kekuatan sang nabi. Alhasil, Nabi Sam’un menceritakan kelemahannya. Rantai paling kuat sekalipun tak bisa menahannya karena dapat diputuskan. Tapi jika, tubuhnya diikat dengan rambut panjangnya, dia tak akan berdaya. Itulah kelemahan dari kekuatan sang nabi.

Maka, saat sang nabi tengah tertidur pulas, istrinya kemudian memotong rambutnya kemudian mengikat tubuhnya hingga tak berdaya. Ternyata benar, Nabi Sam’un tidak bisa menghancurkan ikatan tersebut.

Nabi Sam'un yang tak berdaya segera dilporkan sang istri kepda raja. Lantas datanglah pasukan raja untuk membawa Nabi Sam'un ke istana untuk diikat di sebuah tiang. Oleh sang raja, Nabi Sam'un disiksa dan dibutakan kedua matanya. Nabi Sam'un lantas berdoa sembari bertaubat kepada Allah. Beliau minta diberikan kekuatan agar bisa lepas dari belenggu tahanan.

Tak lama berselang, Malaikat Jibril turun dan memberi pertanyaan kepada nabi Sam’un, “Apa yang engkau minta wahai nabiullah?”

Lalu Nabi Sam’un menjawab, “Saya ingin minta ampun atas kesalahan yang seharusnya tidak saya beritahukan kepada siapa pun termasuk istri saya, dan minta agar kekuatanku dikembalikan hingga saya dapat menggerakkan tiang istana ini."

Doa Nabi Sam'un tersebut kemudian diperkenankan oleh Allah. Dia lantas menghancurkan istana sang raja dan semua orang kafir yang ada di sana, termasuk istrinya. Begitu pula kedua tangan, dan kaki, mulut juga kedua telinga yang Allah kembalikan kemampuannya. Nabi Sam’un pun bersumpah akan memberantas kebatilan selama seribu bulan tanpa henti.

Leave a Comment