Muslimahdaily - Infeksi jamur merupakan salah satu penyakit yang paling umum terjadi di kulit dan bersifat sangat menular. Maka dari itu, infeksi jamur ini dapat ditularkan melalui kontak langsung dari satu orang ke orang lainnya.

Selain sifatnya yang menular, infeksi jamur ini juga kerap kali dikaitkan dengan kebersihan tubuh seseorang. Hal ini dikarenakan infeksi jamur sangat rentan terjadi pada seseorang yang tidak menjaga kebersihan tubuhnya sendiri dengan baik.

Namun, tahukah Anda bahwa infeksi jamur ini juga cenderung terjadi pada seseorang yang mudah berkeringat?

Dilansir dari KlikDokter, seorang dokter, dr Dyan Mega Inderawati menjelaskan bahwa kondisi kulit yang mudah lembap dan berkeringat ini dapat menjadi faktor pendukung untuk pertumbuhan kuman dan jamur.

Ia pun menambahkan bahwa setiap seseorang yang mudah berkeringat belum tentu menimbulkan masalah pada tubuh, tetapi pada kondisi tertentu, keirngat tersebut dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti bau badan, infeksi bakteri hingga jamur pada kulit.

Selain itu, risiko infeksi jamur pada kulit juga semakin tinggi apabila seseorang memiliki daya tahan tubuh yang rendah.

Bagi Anda yang mudah berkeringat, terdapat beberapa informasi mengenai infeksi jamur yang penting Anda ketahui. Berikut beberapa informasinya di bawah ini.

Gejala Infeksi Jamur

Gejala yang paling identik dari infeksi jamur ini adalah timbulnya rasa gatal yang disertai dengan kemerahan. Selain itu, gejala lainnya yang dapat timbul, yaitu rasa lembap, bau, kulit mudah mengalami iritasi dan mengelupas.
Beberapa bagian tubuh yang rentan terinfeksi jamur, antara lain punggung, kaki, kuku, dan selangkangan.

Jenis Infeksi Jamur

Berbagai infeksi jamur yang terjadi pada tubuh ini dapat dibedakan menjadi tiga jenis, antara lain:

1. Tinea Pedis

Tinea pedis atau yang sering disebut juga dengan istilah althlete’s foot ini merupakan jenis infeksi jamur yang terjadi pada telapak kaki. Infeksi jamur ini dapat disebabkan oleh kondisi kaki yang berkeringat dan kaki yang tertutup oleh sepatu dalam waktu yang cukup lama.

2. Tinea Kruris

Tinea kruris atau jock itch merupakan jenis infeksi jamur yang terjadi pada kulit selangkangan. Umumnya, tinea kruris disebabkan oleh daerah selangkangan yang selalu lembab atau mudah berkeringat dan adanya gesekan dengan pakaian dalam.

3. Tinea Versikolor

Jenis infeksi jamur yang satu ini sering dikenal dengan istilah panu dan kerap kali timbul pada kulit. Beberapa penyebab dari tinea versikolor atau panu ini adalah keringat yang berlebihan, udara yang lembap dan panas, kulit berminyak, dan menurunnya daya tahan tubuh.

Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Jamur

Berikut di bawah ini beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya infeksi jamur, antara lain:

- Menjaga kebersihan tubuh dengan baik secara menyeluruh dengan mandi setiap hari

- Hindari penggunaan pakaian yang terlalu ketat dan tidak nyaman. Sebaiknya gunakan pakaian dengan bahan yang nyaman dan mudah menyerap keringat

- Jangan saling bertukar atau menggunakan barang-barang pribadi bersama-sama dengan orang lain

- Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi

Namun, jika sudah terlanjur menderita infeksi jamur, Anda dapat menggunakan krim antijamur, seperti clorimazole yang dioleskan pada kulit yang mengalami infeksi jamur. Selain itu, Anda juga dapat berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.