Muslimahdaily - Bermula dari keresahannya sebagai seorang ibu melihat pergaulan remaja yang semakin hari semakin jauh dari nilai-nilai agama, membuat Rini Kartini memutuskan membuat wadah sebagai sarana berbagi, saling mendukung, dan belajar dan berhijrah, Komunitas Muslimah Baper.

Tepatnya pada akhir tahun 2015 Rini mulai melakukan persiapan untuk membuat sebuah komunitas. Melai dari memikirkan nama, konsep acara hingga siapa yang akan menjadi pengisi acaranya. Hingga awal tahun 2016, event pertama komunitas ini diadakan.

Pada tahun tersebut kebetulan sedang populer istilah “Baper atau Bawa Perasaan”. Hingga akhirnya membuat Rini menggunakan istilah tersebut untuk menamai komunitas yang dibuatnya. Ya, Komunitas Muslimah Baper, namun kata “Baper” yang digunakan bukan berarti bawa perasaan tetapi bawa perubahan.

“BAPER ini memang sangat melekat sama muslimah. Dikit-dikit baper, dianterin sekali baper, dichat sama orang ganteng baper, dikasih perhatian sekali aja baper. Akhirnya saya berpikir okelah, muslimah boleh baper, tapi yang positif dong. Bawa Perubahan! Dalam kebaikan,” kata Rini Kartini, founder Muslimah Baper, ketika dihubungi oleh muslimahdaily.com melalui aplikasi Whatsapp, Jumat (6/12).

Komunitas ini memiliki visi untuk menjadi komunitas muslimah yang berkarakter, aktif, produktif, dan semangat membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Melaui kegiatan positif, kreatif, dan inovatif tanpa mengenyampingkan syariat serta mengembangkan potensi-potensi para muslimah guna memaksimalkan peran dalam masyarakat.

Ia juga menuturkan tujuan dibentuknya komunitas ini adalah sebagai sarana untuk saling berbagi, saling menguatkan, dan mengingatkan untuk menjadi muslimah yang lebih baik dan lebih dicintai Allah.

Tujuan lainnya adalah mewadahi berbagai kegiatan muslimah yang positif, dengan memfasilitasi berbagai kebutuhan muslimah, dengan diadakannya seminar, kajian, pelatihan. Serta membantu memaksimalkan potensi muslimah yang memiliki kemampuan public speaking, dengan menjadi MC, atau menulis kita arahkan dengan workshop dan kegiatan menulis dan lain sebagainya.

Selain sering mengadakan kajian, seminar parenting atau pra-nikah, workshop, pelatihan, bedah buku, kegiatan sosial dan talkshow dengan tema yang disesuaikan dengan kebutuhan muslimah, komunitas ini juga sering mengadakan kegiatan sosial seperti bermain dengan anak panti, berbagi kebutuhan Masjid hingga berbagi sembako dan takjil ketika bulan ramadhan.

Bukan hal yang mudah membentuk sebuah komunitas, namun Rini tak menganggap hal itu menjadi duka, namun sebagai sebuah tantang. Tantangan yang dihadapinya biasanya berhubungan dengan anggotanya, karena mayoritas anggota adalah remaja yang memiliki ego tinggi, keinginan yang berbeda, dan masih berpacaran sering membuat mereka menghilang dari perkumpulan.

Namun Rini juga mengaku ada suka sejauh ia membangun dan menjalani komunitas ini yaitu memili banyak teman, sahabat dan saudara yang saing berbagi cerita, dan saling membantu.

Banyak hal yang harus dihadapi Rini dan kawan-kawan ketika membentuk komunitas ini seperti, dikecewakan talent, sponsor, dll. Namun berkat keyakinan bersama, do'a dan keikhlasan bersama, akhirnya datanglah pertolongan Allah.

Rini juga mengaku moment paling menyentuh selama komunitas ini berjalan adalah momen menjelang event dan paska event.

“Moment menjelang event dan paska event selalu menjadi moment paling menyentuh, karena dari sana kita banyak belajar. Belajar sabar, menggantungkan harap hanya pada Allah, dan selalu yakin bahwa pertolongan Allah begitu dekat,” jelasnya.

Sebagai founder dari Komunitas Muslimah Baper, ibu tiga orang anak ini mengatakan hal yang membuatnya yakin untuk tetap mempertahankan komunitas ini adalah untuk menjadikan komunitas ini sebagai kendaraan dakwah yang bisa saling menyelamatkan. Selain itu berdirinya komunitas ini juga dapat menjadi asbab perjumaannya dengan Allah dan rasulnya.

Ia juga berharap Komunitas Muslimah Baper dapat menjadi “Rumah” yang nyaman bagi para muslimah, untuk sama-sama tumbuh dan belajar. Sesuai dengan misinya, is juga berharap dengan komunitas ini muslimah dapat menjadi semakin bermanfaat dan berdaya untuk ummat.