Muslimahdaily - Hijrah merupakan sebuah gerakan perubahan untuk menjadi lebih baik. Misalnya berubah dari yang malas beribadah menjadi rajin beribadah, dari yang belum berhijab hingga menjadi berhijab. Hijrah tidak hanya dalam ibadah saja, salah satunya adalah hijrah dalam bentuk ekonomi. Hijrah dalam bentuk ekonomi adalah hijrah dari yang sebelumnya menggunakan sistem ekonomi konvensional lalu hijrah menggunakan sistem ekonomi syariah.
Lahirnya komunits tajir dikarenakan makin banyak umat muslim yang hijrah menuju ekonomi syariah. Ketua Komunitas Tajir Tito Maulana menyampaikan, “Kami membaca fenomena hijrah, khususnya hijrah pada sistem ekonomi di kalangan milenial sebagai sebuah tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat ekonomi umat, pada sektor syariah. Tajir dalam hal ini memperkenalkan ekosistem muamalah sebagai sebuah solusi yang berbasis pada semangat kolaboratif dan berbagi."
Ia juga menambahkan bahwa hijrah tidak hanya sekali, tapi hijrah merupakan suatu proses yang harus dilakukan berkesinambungan dan berkelanjutan. Untuk itu diperlukannya sebuah komunitas sebagai wadah untuk saling sharing dan belajar bersama. Komunitas Tajir hadir sebagai wadah bagi umat muslim yang sudah berhijrah maupun yang baru mau berhijrah khususnya pada sektor ekonomi syariah.
Nama Tajir sendiri diambil dari bahasa Arab “tajir” yang berarti pedagang. Dari filosofi nama ini diharapkan agar umat muslim memiliki semangat untuk mandiri dan berusaha menciptakan peluang rezeki, sebagaimana dalam hadist Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam mengatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah dengan berdagang.
Dalam acara perdananya yang digelar pada 19 Januari lalu di Masjid Al Azhar, Kebayoran, Jakarta, tersebut, Komunitas Tajir memilih tajuk “Takjub Akbar”. Acara ini merupakan gerbang utama dalam pengenalan ekonomi Syariah. Dimulai dari preview ekosistem muamalah, tukar gagasan, sharing motivasi, dan transfer knowledge dari para narasumber kompeten di bidangnya yaitu Ustadz Syafiq Riza Basalamah, Ustadz Subhan Bawazier, Praktisi Perbankan Syariah, serta beberapa pengusaha muda Indonesia. Output dari acara ini diharapkan dapat menjadi bekal dan meneguhkan proses berhijrah para peserta.
Pak Tito juga menambahkan untuk menumbuhkan semangat hijrah ekonomi syariah terdapat tiga komponen yang harus diterapkan. “Yang pertama hijrah dalam keuangan peribadi, maksudnya adalah pensucian harta pribadi yang dimiliki, dari segi mendapatkannya dengan cara yang halal dan harta tersebut dikeluarkan untuk kepentingan dan kebutuhan yang positif agar keberkahannya tetap terjaga," tutur Tito.
“Langkah selanjutnya setelah membersihkan harta pribadi adalah membina keluarga. Tujuannya adalah agar tidak hanya seorang saja yang hijrah, namun juga membina dan membimbing seluruh anggota keluarga agar ikutan juga untuk berhijrah. Terakhir setelah pensucian harta dan membina keluarga, maka langkah terakhir yang harus dilakukan adalah mendidik generasi anak-anak kita sesuai dengan Alquran dan sunnah yang dicontohkan oleh Rasul agar pondasi agama islam mereka kuat,” tambah Pak Tito.
Untuk mendaftar menjadi anggota Komunitas Tajir, dapat dimulai dengan melakukan registrasi melalui website Komunitas Tajir yaitu www.tajir.id. Pak Tito menyebutkan tidak ada persyaratan khusus untuk terdaftar menjadi anggota komunitas Tajir. Hal terpenting untuk menjadi anggota adalah ia sudah baligh dan memiliki niat yang kuat untuk hijrah menjadi lebih baik. Saat ini anggota yang sudah terdaftar dalam komunitas tajir mencapai 1000 orang.
Bagi sahabat Muslimahdaily yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan Komunitas Tajir, maupun mendaftar dapat mengunjungi sosial media Instagram, Facebook, dan Yotube di akun @temantajir.