Muslimahdaily - Fatimah Az-zahra adalah seseorang yang sangat mencintai Allah ta'ala dan Ayahnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Serta juga suaminya yang bernama Ali bin Abi Thalib. Kesempurnaan cintanya telah menuntunnya pada kehidupan yang sederhana, tak bergelimang harta dan tahta.

Ia adalah seseorang yang tekun dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, meski harus dengan keringat yang mengalir deras membasahi tubuhnya. Hingga tiba di suatu hari, tenaganya telah habis menanggung kebutuhan hidup sebagai bentuk taatnya pada suami. Dari hadits yang diterangkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah saat itu berkunjung ke rumahnya, dan ia dapati Fatimah sedang menangis di atas pemintal gandum.

Sang ayahpun bertanya, "Wahai anakku, apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Fatimah! Semoga Allah subhanahu wa ta'ala tidak membuat matamu meneteskan air mata.”

Fatimah menjawab,"Ayahku, penggilingan dan urusan-urusan rumah tanggalah yang menyebabkan aku menangis." Lalu duduklah Rasulullah di sisi putrinya. Fatimah pun melanjutkan perkataannya, "Ayahku, berkenankah kiranya engkau meminta Ali mencarikan aku seorang jariyah untuk menolongku menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah."

Mendengar perkataan putrinya, Rasulullah bangkit kemudian mendekati setumpuk gandum dan mengambilnya, setelah itu Rasulullah meletakan gandum di atas penggilingan seranya mengucap Bismillahirrahmanirrahim. Penggiling tersebut berputar dengan izin Allah, dan selama penggilingan itu berputar, Rasulullah senantiasa bertasbih kepada Allah hingga semua gandum itu habis.

Setelah melihat seluruh gandum yang dimiliki Fatimah habis, Rasulullah pun berkata, “Berhentilah berputar dengan izin Allah." Lalu penggiling gandum pun berhenti dan berkata dengan izin Allah,“Yaa Rasulullah, Demi Allah yang telah menjadikan tuan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya. Seandainya tuan menyuruh hamba menggiling gandum dari timur hingga ke barat pun niscaya hamba gilingkan semuanya.

Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah, 'Hai orang yang beriman, peliharalah dirimu, keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, penjaganya malaikat yang kasar lagi keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan-Nya' (At-Tahrim : 6). Maka hamba takut, wahai Rasulullah, jika kelak hamba menjadi batu di neraka."

Kemudian Rasulullah pun menjawab,“Berbahagialah engkau, karena engkau akan menjadi salah satu bahan bangunan mahligai Fatimah di Surga." Penggiling gandum pun lalu terdiam seperti sediakala.

Muslimah, Sungguh mulia Rasulullah sebagai hambanya yang terpilih di bumi ini. Penggiling gandum itu pun telah menjadi pengingat kita, bahwa makhluk yang tiada memiliki akal pun takut dengan api nereka.

Laksana Ayah yang bersinar terang di hadapan putrinya, Rasulullah berkata,”Wahai Fatimah, Jika Allah menghendaki untukmu, wahai Fatimah, niscaya penggiling ini akan menggiling tepung sendiri sebanyak yang engkau kehendaki tanpa menggunakan bantuan tenagamu, akan tetapi Allah menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya darjatmu.”

Rasululullah pun menasihati Fatimah dengan ucapan yang lembut, bahwa setiap istri yang patuh dan taat terhadap suaminya dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharapkan ridha Allah. Kesenderhanaan rumah tangga akan mampu menghadirkan keberhakan yang senatiasa mengalir sejak pagi hingga malam hari.Subhanallah.