Muslimahdaily - Banyak orang beranggapan, hobi membaca buku saat ini sudah tergeser dengan adanya perkembangan teknologi. Biasanya orang lebih sering menonton televisi, video atau berselancar di media sosial. Namun nyatanya buku masih banyak diminati dan tidak tergeser dengan semakin berkembangannya media digital.
Berawal dari hobi membaca, Lintang Indri Listika mendirikan komunitas One Week One Book pada tanggal 4 januari 2018. Yang mana komunitas ini berbeda dengan komunitas literasi lainnya, yaitu mengajak para pecinta buku untuk membaca buku, satu minggu satu buku.
Tidak ada unsur paksaan untuk siapapun ikut membaca, komunitas ini hanya mewadahi para pecinta buku untuk menyalurkan hobinya. Sebenarnya masyarakat Indonesia khususnya anak muda, banyak yang memiliki hobi membaca. Namun jika tidak dilatih terus menerus maka akan berhenti begitu saja. Terbukti pada followers Instagram komunitas ini digandrungi oleh anak-anak muda sekarang.
Lintang menggerakan komunitas ini tidak sendirian, dibantu oleh beberapa temannya sebagai admin ada Ajoy, Reni, Jihan dan Utami. Strategi yang mereka lakukan untuk membuat anak muda tertarik pada komunitas ini dengan menawarkan berbagai program membaca yang menyenangkan namun tetap serius. Komunitas ini juga menyediakan rumah yang nyaman untuk disinggahi para anggota One Week One Book.
Sudah memiliki beberapa region di berbagai wilayah kota, seperti region Jawa Timur, Jabodetabek, Bandung, Pekan Baru, Kalimantan Selatan dan Makassar. Di setiap regionnya ada koordinir masing-masing untuk menjalankan agenda komunitas ini.
Ada aturan untuk para anggota One Week One Book, tentunya setiap minggu anggota harus selalu rutin menyetor buku bacaan yang dibaca dalam jangka waktu seminggu, karena ada persepsi tiap minggunya. Apabila rapot anggota merah selama 7 kali berturut-turut dalam setiap minggunya otomatis anggota akan dikeluarkan dari komunitas One Week One Book.
Selain itu, setiap dua minggu sekali akan ada bincang-bincang santai dengan mengundang penulis buku untuk berdiskusi mengenai bukunya. Selain itu, ada juga bincang literasi, diskusi dengan pakar literasi untuk membahas isu literasi. Setiap buku yang sudah dibaca dan satu buku yang sudah ditentukan oleh setiap anggota yang akan dibedah bersama-sama dalam jangka sebulan sekali.
Komunitas ini pun punya cara unik agar para anggotanya semakin giat membaca. Melalui program OWOP (One Week One Post) dan BOTD (Book Of The Day), nantinya para anggota akan diwajibkan me-review satu buku dan diposting di blog pribadi. Akan ada satu orang anggota yang diberi hadiah berdasarkan view terbanyak.
Komunitas ini sudah bekerja sama dengan beberapa pihak, di antaranya IDN Times, Storial.co, Booktube Indonesia, Beranibaca.id dan penerbit Hanami. Melalui kerja sama tersebut, komunitas ini dapat melahirkan banyak kegiatan seru dan bermanfaat.
“Harapan saya, semoga semakin banyak teman-teman yang menyadari betapa menyenagkannya membaca buku, dan semoga masyarakat Indonesia semakin melek literasi,” ujar Lintang, pendiri komunitas.
Semakin canggihnya teknologi, sekarang membaca buku bisa melalui e-book. Lebih sederhana, seseorang dapat membaca buku di manapun, kapanpun tanpa perlu repot membawa buku yang kadang terlalu tebal.
Namun membaca buku fisik memang lebih nikmat ketika dapat merasakan betul sensasi menyenangkan membalik lembar perlembar buku. E-book atau buku fisik hanyalah media, jangan sampai kita membatasi diri dari membaca hanya karena perbedaan pandangan atas kedua media tersebut.