Muslimahdaily - Memadukan pakaian tradisional dan tren fesyen modern untuk menciptakan gaya berpakaian yang trendi, seorang siswa muslim di New Jersey, Amerika Serikat mendapatkan gelar siswi berpakaian terbaik, seakan meruntuhkan stereotip tentang wanita muslim yang berhijab.
“Biasanya yang memenangkan siswa berpakaian terbaik berasal dari anggota cheerleader atau siswi yang terkenal di sekolah, jadi saya sangat terkejut bahwa kali ini yang menang adalah saya, seorang hijaber” kata Abrar Shahin kepada NorthJersey.com.
“Rasanya seperti bermimpi” lanjutnya.
Memenangkan kategori pakaian terbaik di Sekolah Clifton High School, Shanin memiliki ambisi untuk membenarkan image fesyen Islam di Amerika Serikat. Kemenangan Shanin yang saat itu memakai rok mini yang digabungkan dengan celana jeans, ankle boots dan cropped blazer berwarna putih dalam foto buku tahunannya menggambarkan bahwa image wanita muslim berhijab semakin diterima di sekolah-sekolah di Amerika Serikat.
Menjadi satu-satunya siswi muslim yang pernah memenangkan gelar tesebut, muslim keturunan Palestina ini berencana untuk belajar terapi fisik di Rutgers sekaligus membuka sebuah perusahaan fesyen miliknya sendiri.
“Merupakan kebanggan tersendiri melihat bahwa mereka (non muslim) melihat kita dengan pandangan yang sejajar dan mereka tidak hanya berpaku pada hijab yang dipakai” katanya.
Bulan lalu, seorang siswi muslim di California mendapat pujian karena membuat quote buku tahunan sekolah yang sederhana namun lucu yang bercerita tentang hijab yang dipakainya. Siswi berusia 17 tahun tersebut menggabungkan humor, agama dan unsur kebudayaan dalam quote yang terdapat di fotonya pada buku tahunan sekolahnya.
“Satu-satunya alasan mengapa saya memakai ini (hijab) adalah untuk memberikan wanita lain kesempatan” tulis siswi Summit High School tersebut.
Foto yang juga disebar melalui sosial media Twitter oleh pemilik akun Fefe ini telah diretweet lebih dari 20.000 kali.
Kebanggaan tersendiri
Memuji siswinya untuk gaya berpakaiannya yang unik, guru sekolah tersebut mengatakan kemenangannya tersebut didasarkan pada style fesyen yang dimiliki oleh Shanin.
“Sekolah dimulai pagi-pagi sekali jadi banyak murid yang datang dengan pakaian casual seadanya” kata Lindsey Cinque, seorang guru asal Perancis yang juga berperan sebagai penasihat pembuatan buku tahunan per kelas, tentang bagaimana kesibukan di sekolah nya tersebut.
“Namun Shanin selalu berpakaian dengan rapi dan penuh gaya dan sepertinya dia sangat peduli terhadap penampilan dan bangga akan hal tersebut” tambahnya.
Meski tak begitu jelas berapa banyak suara yang didapatkan Shanin untuk mendapatkan gelar tersebut, penghargaan dari sekolah tersebut menunjukkan bahwa ‘setiap siswa dapat melihat seseorang bukan dari agama atau rasnya tetapi dari prestasi yang dimiliki seseorang’ kata Cinque.
“Dalam sebuah kelas yang berisi 800 orang dan mereka memilih Shanin adalah hal yang sangat menggembirakan” tambahnya.