Muslimahdaily - Ditutup 90 tahun lalu, masjid Red Juma di Rusia akhirnya kembali dibuka pada 2 April 2015 lalu. Hal ini sebagai tanda berakhirnya tahun-tahun kelam bagi masjid yang sempat berubah menjadi sebuah bioskop lalu menjadi restoran yang menjual alkohol.

Dalam sebuah publisitas yang diterbitkan pada 2 April lalu oleh World Bulletin, masjid yang terletak di wilayah Tomsk, Rusia ini telah dibuka langsung oleh Gubernur Tomsk, Sergey Jvachkin. Ada juga Mayor Ivan Kleyin, anggota parlemen Republik Chechnya Dukuvah Adurakhmanov, dan Mufti Republik Chechnya, Salah Haci Meciev.

Dalam pembukaan masjid itu juga dihadiri oleh berbagai perwakilan komunitas Islam dan juga masyarakat muslim sekitar. Upacara pembukaan masjid tersebut baru diadakan pada Jumat (10/4/15) oleh imam besar Tomsk, Ozotmutdin Umayev yang diawali dengan pembacaan Al Quran yang kemudian diikuti dengan pidato oleh Sheikh Nafigullah Ahsyrov yang mengucapkan terima kasih kepada yang hadir dalam pembukaan masjid tua tersebut.

Gubernur Jvachkin berterima kasih kepada komunitas Tomsk yang membantu renovasi dan juga berterima kasih kepada pemimpin Republik Chechnya, Ramzan Kadirov. Dia menekankan bahwa restorasi masjid Red Juma ini semakin mempercantik keseluruhan kota.

Masjid Red Juma pertama kali didirikan pada tahun 1901. Saat pertama kali dibangun, masjid ini masih terbuat dari kayu yang kemudian rusak karena kebakaran. Konstruksi masjid ini diselesaikan pada tahun 1904 karena sumbangan dari muslim lokal. Di akhir 1920an, masjid ini ditutup dan kemudian berganti fungsi menjadi bioskop dan restoran. Selama masa itu, bangunan masjid ini hampir rusak di semua bagian. Masjid tersebut akhirnya kembali ke tangan komunitas muslim pada tahun 2002.

Islam adalah agama terbesar kedua di Rusia. Ada 23 juta muslim di Rusia yang terkonsentrasi di bagian utara negara tersebut yang hanya 15 persen dari total populasi Rusia yang mencapai 145 juta jiwa.Berdasarkan Russia Today, ahli memperediksi pada tahun 2050 Muslim akan berkembang menjadi setengah dari populasi Rusia.

 

Sumber : onislam.net