Muslimahdaily - Ia adalah seorang sahabat Rasulullah Shalallahu‘alaihi Wassalam yang memiliki nama lengkap Usaid bin Hudair bin Samak Al-Anshori Al-Asyhali kaum Anshor dari bani Aus. Merupakan seorang anak dari pemimpin dan bangsawan bernama Hudhair Kata’ib sehingga ia mawarisi bangsawan dan sikap kepemimpinan dari ayahnya hingga membawanya menjadi pemimpin yang cerdas dan ahli memanah. Selain itu, ia juga pandai dalam berenang serta menulis bahasa arab hingga mendapatkan julukan al-Kamil (sempurna) dari orang-orang disekitarnya.

Pada mula-mula kedatangan Islam, Usaid bin Hudhair menjadi salah satu orang yang tidak menerima ajaran Islam, hingga pada saat Rasulullah memerintahkan para sahabat untuk meyebarluaskan Islam, dipilihlah Mush’ab bin Umair untuk berdakwah dengan mendatangi rumah-rumah.

Dengan dakwah yang dilakukan oleh Mus’ab bin Umair yang ditemani oleh As’ad bin Zurarah, seorang muslim yang kala itu telah masuk Islam membuat Sa'ad bin Mu'adz marah dan meminta bantuan Usaid bin Hudhair untuk menghalangi keduanya. Akan tetapi Mua’ab memiliki tutur kata yang lembut dan menenangkan sehingga Usaid bin Hudhair pun larut dalam dakwah yang disampaikannya.

Setelah mendengar bacaan Al-Qur’an dan segara menyucikan dirinya, Usaid bin Hudhair pun menjadi seorang muslim dan menambah kekuatan muslim di Madinah. Tak lupa, setelah menjadi muslim, ia pun mempertemukan Sa’ad bin Mu’adz dengan Mus’ab bin Umair dengan harapan saudaranya itu masuk Islam. Alhamdulillah, Sa’ad pun masuk islam bersama kaumnya, bani Abdul Asyhal. Peritiwa ini ditulis sejarah sebagai Bai'atul Aqabah pertama.

Dengan bekal kecintaan yang maha dahsyat seorang Usaid bin Hudhair kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasulullah, ia senantiasa membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dengan teramat merdu dan dinikmati oleh seluruh penghuni bumi hingga para malaikat. 

Seperti halnya pada suatu malam ia melafadzkan Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 1-4 yang artinya : “Alif lam miim, Inilah Kitab (Al-Qur’an) yang tidak ada keraguan padanya; menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang beriman kepada yang gaib yang menegakkan shalat, dan yang menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Alquran) yang diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum kamu, serta mereka yang yakin akan adanya (kehidupan) akhirat." (QS. Al-Baqarah: 1-4)

Sungguh kekhusyukannya telah membuat kuda berputar-putar tatkala ia membacanya dan melihat ke langit, terlihat olehnya awan seperti payung yang mengagumkan. Sangat indah berkilat-kilat, tergantung seperti lampu-lampu memenuhi ufuk dengan sinarnya yang terang. 

Awan itu bergerak naik sampai hilang dari pandangan sehingga langit sangat nampak indah dengan penuh sinar. Hingga esok harinya, Usaid menanyakan peristiwa tersebut kepada Rasulullah. Rasulullah menjawab,“Itu adalah malaikat yang ingin mendengarkan engkau membaca Al-Qur’an. Seandainya engkau teruskan, pastilah akan banyak orang yang bisa melihatnya. Pemandangan itu tidak akan tertutup dari mereka.” (HR. Bukhari-Muslim). 

Rasulullah pun pernah berkata tentang Usaid yakni : “Dia sangat bersih dari yang bersih, sangat halus dari yang halus, penuh iman ketika membaca Al-Qur’an atau ketika mendengarkannya.”

Selain pandai dan merdu dalam membaca kalimah-kalimah Allah, Usaid bin Hudhair pun salah seorang sahabat yang teramat teliti terhadap hadits-hadits Rasulullah sehingga ia mewarnai kehidupan sehari-harinya sesuai dengan firman Allah dan hadits Rasulullah, serta berdakwah dengan bekal keduanya. 

Sungguh, Usaid adalah sosok yang patut dirindukan pada masa saat ini dan kecintaannya kepada Al-Qur’an menjadikan muhasabah untuk senantiasa menemani Al-Qur’an. Semoga kita dapat mengikuti kecintaan Usaid terhadap Al-Qur’an.