Muslimahdaily - Saat Anda didiagnosa memiliki tekanan darah tingi, satu hal nasihat yang kerap kita terima adalah: Kurangi garam. Namun, tidak semua orang memperhatikannya. Alasannya, makanan yang kurang garam akan mengurangi kesedapan rasa. Ujung-ujungnya akan mempengaruhi selera makan.
Dalam sebuah penelitian di Amerika mengungkapkan bahwa, pada tahun antara 1999-2012 penggunaan sodium meningkat sebanyak 14 persen pada orang-orang dengan tekanan darah tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh para saintis dari Universitas Amerika tersebut mengungkapkan, setiap orang yang memiliki tekanan darah tinggi telah mengonsumsi sodium dua kali lipat lebih banyak dari yang seharusnya disarankan. Yakni, sebesar 3,350 miligram rata-rata per harinya.
Padahal, berdasarkan saran para dokter dan pedoman diet, orang-orang yang memiliki tekanan darah tinggi sebaiknya tidak mengonsumsi garam lebih dari 1,500 miligram atau setara dengan setengah sendok teh per harinya. Sementara, mereka yang memiliki tekanan darah normal disarankan hanya mengonsumsi garam kurang dari 2.300 miligram atau setara dengan satu sendok teh garam per harinya. Sebab, antara garam dan tekanan darah tinggi memiliki kaitan yang kuat dan membahayakan.
Para saintis mengakui hubungan antara garam sebagai penyebab tekanan darah tinggi belum diketahui secara pasti keterkaitannya. Namun, ada beberapa teori yang mengungkapkan bahwa garam dapat menarik air ke aliran darah. Hal ini menyebabkan volume darah meningkat dan meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah. Peningkatan tekanan ini pada akhirnya menyebabkan tegangan di jantung dan seluruh sistem kardiovaskular.
Tekanan darah tinggi yang dibiarkan terlalu lama tentu akan membahayakan. Dampak jangka panjangnya bisa membuat jantung, stroke, atau penyakit ginjal. Selain itu, emosi menjadi tidak stabil, penderita darah tinggi menyebabkannya mudah marah.
Untuk itu, masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati saat membeli atau memilih makanan di restaurant. Sebab, proses makanan sangat mempengaruhi terhadap asupan garam di dalam tubuh. Misalnya, pada makanan kalengan yang telah melalui proses panjang mengandung banyak garam, seperti ikan tuna kalengan mengandung kadar garam hingga 52 persen.
Meski garam tidak dapat lepas dari kehidupan sehari-hari, ada kalanya sebaiknya kita mengurangi kandungan yang satu ini. Selain menguranginya saat memasak, ada banyak hal yang dapat mencegah tekanan darah tinggi. Misalnya, dengan rutin melakukan olahraga dapat mengurangi tekanan darah kita. Setidaknya selama 30 menit setiap harinya.
Selain itu, mengurangi makanan berpengawet dan kalengan dan menghindari makanan asin saat di restauran. Mengatur stress selama aktivitas juga menjadi salah satu cara mengurangi tekanan darah tinggi. Pasalnya, stres yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah tinggi kita.