Muslimahdaily - Jika ditanya, siapa kira-kira orang yang pertama kali akan dilemparkan ke dalam neraka? Mungkin jawaban kita akan tertuju pada pembunuh keji, pezina, atau Firaun. Namun, sebuah hadits panjang yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA memberikan jawaban yang mengejutkan dan menjadi tamparan keras bagi kita semua.
Kisah yang dinukil dalam kitab Tanbihul Ghafilin ini menceritakan tentang tiga golongan manusia yang dihisab pertama kali, namun berakhir tragis di neraka. Mereka bukanlah orang-orang yang dikenal sebagai pendosa, melainkan para ahli ibadah di mata manusia.
Golongan Pertama: Sang Ahli Al-Quran
Orang pertama yang dipanggil adalah seorang yang telah menguasai Al-Quran. Allah Subhanahu wa ta ala bertanya kepadanya, "Bukankah Aku telah mengajarkanmu apa yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku?" Ia menjawab, "Benar, wahai Rabb." Allah bertanya lagi, "Lalu apa yang kau amalkan dengan ilmumu?" Ia dengan percaya diri menjawab, "Aku membacanya (shalat dengannya) di waktu malam dan siang."
Namun, Allah Yang Maha Mengetahui isi hati berkata, "Dusta!" Para malaikat pun serempak berkata, "Dusta!" Allah melanjutkan, "Engkau melakukan itu agar disebut sebagai seorang Qari' (pembaca Al-Quran yang hebat), dan julukan itu telah engkau dapatkan." Maka, ia pun diseret dan dilemparkan ke dalam neraka.
Golongan Kedua: Sang Dermawan
Selanjutnya, dipanggillah seorang yang kaya raya. Allah bertanya tentang harta yang telah dianugerahkan kepadanya. Ia menjawab, "Aku tidak meninggalkan satu jalan pun yang Engkau cintai untuk berinfak kecuali aku berinfak di sana."
Lagi-lagi, jawaban yang terdengar mulia itu dimentahkan. Allah berkata, "Dusta!" Para malaikat pun berkata, "Dusta!" Allah berfirman, "Engkau melakukan itu agar disebut sebagai seorang dermawan, dan julukan itu telah engkau dapatkan." Nasibnya pun sama, diseret dan dicampakkan ke dalam api neraka.
Golongan Ketiga: Sang Pejuang (Syuhada)
Terakhir, didatangkan seorang yang terbunuh di medan perang. Allah bertanya, "Untuk apa engkau terbunuh?" Ia menjawab, "Aku berperang di jalan-Mu hingga aku terbunuh."
Untuk ketiga kalinya, Allah membongkar niat yang tersembunyi. "Dusta!" seru Allah dan para malaikat. "Engkau berperang agar disebut sebagai seorang pemberani, dan julukan itu telah engkau dapatkan." Ia pun menyusul dua orang sebelumnya ke dalam neraka.
Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam kemudian menepuk paha Abu Hurairah dan bersabda, "Wahai Abu Hurairah, mereka bertiga adalah makhluk Allah yang pertama kali akan membuat api neraka menyala-nyala di hari kiamat."
Pelajaran untuk Kita
Kisah ini adalah pengingat yang sangat kuat. Betapa amalan-amalan besar dan mulia di mata manusia membaca Al-Quran, bersedekah, bahkan jihad bisa menjadi tak bernilai sama sekali jika niatnya bengkok.
- Pujian Manusia itu Fana: Sanjungan, 'likes', dan kekaguman orang lain adalah fatamorgana. Ia hilang seiring berjalannya waktu dan tidak akan menolong kita sedikit pun di akhirat.
- Allah Maha Tahu Isi Hati: Kita bisa menipu seluruh dunia dengan citra salehah, namun kita tidak akan pernah bisa menipu Allah. Dia tahu persis apa yang tersembunyi di dalam dada.
- Periksa Kembali Niat Kita: Sebelum, saat, dan sesudah beramal, mari terus bertanya pada diri sendiri: "Untuk siapa aku melakukan ini?"
Semoga Allah melindungi kita dari rusaknya niat dan menjadikan setiap amal kita murni hanya untuk mengharap ridho-Nya.