Muslimahdaily - Saat ini, hampir semua orang menggunakan produk skincare untuk menjaga dan membersihkan kulit wajah mereka setelah beraktivitas. Namun, tahukah Anda bahwa ada bahan-bahan tertentu dalam produk skincare yang dapat berpotensi memicu risiko kanker?
Banyak dari kita menggunakan skincare tanpa memahami sepenuhnya komposisi dan kandungan yang terdapat dalam produk tersebut. Padahal, penting untuk mengetahui apa yang kita aplikasikan pada kulit kita sehari-hari. Artikel ini akan membahas lima bahan skincare yang berbahaya dan dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.
Phthalates (Ftalat)
Phthalates dapat ditemukan dalam beberapa jenis produk seperti pewarna kuku dan hair spray, serta beberapa produk kosmetik dan pembersih rumah tangga. Zat ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon, terutama hormon yang terkait dengan estrogen dan testosteron. Ini juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara karena perubahan yang terjadi pada level estrogen.
Merkuri dan Thimerosal
Produk yang mengklaim memiliki kemampuan mencerahkan kulit sering mengandung merkuri. Merkuri adalah logam berbahaya yang dapat berdampak negatif pada tubuh dan sistem saraf. Bahkan, terpapar merkuri selama kehamilan dapat membahayakan perkembangan janin. Thimerosal, yang juga mengandung merkuri, adalah bahan pengawet yang mungkin digunakan dalam produk kosmetik, sehingga perlu diwaspadai.
Timbal
Timbal atau plumbum adalah zat berbahaya bagi tubuh dan lingkungan. Beberapa produk kosmetik untuk mata yang mengandung kohl mungkin memiliki kadar timbal yang tinggi. Di Amerika Serikat, produk semacam ini sudah dilarang beredar karena mengandung pewarna sintetis ilegal.
Toluene
Toluene adalah zat pelarut yang dapat ditemukan dalam produk perawatan kuku tertentu. Zat ini sangat beracun bagi otak, sistem saraf, dan perkembangan janin dalam kandungan. Produk skincare yang mengandung toluene telah dilarang beredar karena potensinya yang berbahaya, sejalan dengan larangan produk yang berisi zat ini.
Triclosan
Beberapa produk kosmetik yang dijual bebas mungkin mengandung triclosan, yang ditambahkan oleh produsen untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri. Contohnya termasuk pasta gigi, sabun antibakteri, dan sabun mandi. Triclosan dapat mengganggu kinerja hormon tiroid, menyebabkan resistensi antibiotik, dan telah menjadi fokus penelitian tentang potensi dampak jangka panjangnya pada perkembangan kanker kulit.
Penting untuk selalu membaca label produk skincare dan memeriksa komposisi yang tercantum di dalamnya. Hindari produk yang mengandung bahan-bahan berbahaya ini. Selain itu, perhatikan berita dan perkembangan terbaru tentang keamanan produk skincare. Kesehatan kulit Anda sangat berharga, dan pemilihan produk skincare yang tepat adalah langkah penting dalam menjaganya.