Muslimahdaily - Aroma makanan Arab semerbak di udara, restoran-restoran memamerkan spanduk makanan halal di mana-mana, para wanita menggunakan hijab dan kaum lelaki berjenggot terlihat di jalanan. Ada juga biro perjalanan Haji dan Umrah.

Pada pandangan pertama Anda merasa berada di negara arab atau negara Muslim, tapi lampu neonbox dan papan display berkata lain. Ini adalah kawasan Itaewon di Seoul, sebuah pemukiman yang banyak dihuni Muslim.

Organisasi Wisata Korea mempromosikan bagian wilayah ini untuk menarik wisatawan dari negara Muslim. Menurut Wakil Ketua Eksekutif untuk Wisata Internasional, Jaesung Rae, wisatawan dari arab sangat banyak datang kesana. 

Ada Masjid Sentral Seoul,  di sana dan juga sekolah Islam Pangeran Sultan. Pada hari Jumat area tersebut penuh dengan umat Muslim baik orang Korea maupun orang asing. Ada sekitar 35 ribu orang Korea yang beragama Islam, dan imam Masjidnya berasal dari Federasi Muslim Korea. 

Ada 15 Masjid dan 60 Mushalla di Korea Selatan dimana Islam masuk tepat setelah perang Korea. Pasukan Turki ditempatkan di wilayah itu sepagai penjaga perdamaian tahun 1955. Merekalah yang mengenalkan Islam pada orang Korea. Lambat laun islam berkembang di sana di mana sekitar 50 persen rakyat Korea tidak mengikuti agama apapun terutama sebagian besar kaum mudanya.

Imam Masjid Sentral Korea, Imam Lee sendiri memeluk Islam tahun 1985. Ia mengatakan sebelum Islam masuk ke Itaewon kawasan itu adalah kawasan terkenal dengan kegiatan yang rawan tindak kejahatan. Tapi sekarang kawasan Itaewon dan sekitarnya seperti Yongsan-gu, Jongno-gu telah bersih dari tindak kejahatan dan aman.

Yayasan Islam Korea yang terdaftar pada tahun 1967 pada kementrian Kebudayaan dan Olahraga, menjalankan sebuah madrasah, punya komite halal dan syariah dan menerjemahkan buku-buku Islam. Yayasan ini juga membuka sekolah sekolah Islam Pangeran Sultan yang dibuka tahun 2000 dengan bantuan mendiang putra mahkota kerajaan Arab saudi Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz. 

Saat ini ada 65 pelajar yang sekolah di sana dan yayasan ini diberi wewenang oleh pemerintah untuk mengeluarkan sertifikat halal pada restoran-restoran dan toko daging. Akan tetapi tidak satupun rumah potong hewan yang bersetifikat halal di Korea. Sebagian besar daging halal diimpor dari Australia dan Selandia Baru
Islam di Korea masih dalam tahap baru berkembang, hanya sekitar 0,25 persen populasi Korea yang beragama Islam. Di luar Itaewon, Islam belum hadir. Kebanyakan orang Korea tidak tahu standar makanan halal dan mereka tidak punya pemahaman tentang hal itu, tapi mereka sangat terbuka pada kepercayaan yang baru bagi mereka dan Islam akan berkembang Korea Selatan