Muslimahdaily - Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) Indonesia merayakan hari jadinya yang kedelapan pada Minggu (13/12) lalu. Mengingat pandemik COVID-19 yang belum juga berakhir, perayaan dilakukan dengan menggelar Webinar Nasional dengan tema “Menabar Kebaikan Melalui Karya Jurnalistik” yang dilakukan melalui Zoom.
Tiga narasumber dalam webinar ini di antaranya Arief Suditomo, Pemimpin Redaksi Metro TV, Balques Manisang, News Produser dan host tvOne, serta Lalita Gandaputri, News Produser Metro TV dan member KJB Indonesia. Selain dari para member KJB Indonesia, webinar ini juga turut dihadiri oleh para akademisi dari beberap universitas, komunitas, hingga masyarakat penggemar jurnalistik dari seluruh Indonesia.
Dalam webinar tersebut, Arief Suditomo menyebutkan bahwa kita harus terus menanamkan jurnalisme kebaikan karena di sekitar para jurnalis terlalu banyak toksik yang membawa ke arah negatif. pria yang sudah lebih dari 22 tahun menekui bidang jurnalistik ini juga menuturkan bahwa semangat menebar kebaikan jurnalistik harus ditanamkan mulai dari keseharian kita
“Jadi buat temen-temen KJB ini merupakan sebuah silaturahim yang baik pada akhirnya untuk kita sama-sama mengumpulkan energi buat memberikan kontribusi dalam bentuk jurnalisme kebaikan bagi publik kita. Kemudian terus memberikan kontribusi tersebut karena dunia kita ini kadang-kadang perlu konstribusi tersebut ya dalam bentuk jurnalisme kebaikan, terlalu banyak toksik disekitar kita, terlalu banyak problem-problem yang pada akhirnya membawa kita kearah-arah yang sangat negatif,” ucap Arief sebagaimana siaran pers yang Muslimahdaily terima.
Di sisi lain menurut Balques Manisang, wanita kelahiran Solo tersebut menyebutkan, menjadi jurnalis bukanlah sebuah kekuatan akan tetapi merupakan sebuah kehormatan. Balques juga menekankan pentingnya menjadi jurnalis yang mempertahankan peran jurnalis sebagai pilar demokrasi.
Ia juga menekankan untuk masing-masing jurnalis juga harus bisa mencari celah menerapkan idealism sebagai seorang jurnalis.
“Selalu luruskan niat kita bahwa menjadi jurnalis itu menjadi pilar ke empat demokrasi jadi pertahankan pilar itu, kita sebagai pilar demokrasi,” ujar Balques.
Sementara itu, Lalita Gandaputri menekankan bahwa wanita berhijab tak perlu takut untuk menjadi jurnalis. Wanita ini juga menceritakan pengalamannya ditolak di beberapa wilayah saat hendak meliput.
“Dulu awal karir saya sebagai jurnalis yang berhijab, awal tahun 2007 saat itu masih belum banyak jurnalis berhijab karena jurnalis berhijab di TV. Standart Jurnalis TV melepaskan simbol-simbol agama. Tantangan bagi saya, saya pernah tidak diterima karena hijab saya di lingkungan konflik di beberapa wilayah di Indonesia. Namun kondisi sekarang berbeda, kita bisa tetap menunjukan netralitas kita dengan berhijab dan terus memberikan karya jurnalis yang menebar kebaikan,” tutur Lalita.
Di perayaan ini, Presiden KJB Indonesia, Nikmatus Sholikah berharap dapat meningkatkan tali silaturahmi antara member KJB Indonesia sekaligus meningkatkan pemahaman tentang esensi karya jurnalistik yang berkualitas dan membawa kebaikan.
“Di masa sekarang, banyak masyarakat yang mulai meragukan kebenaran informasi berita yang menjadi produk jurnalistik. Sehingga masyarakat perlu mengetahui, esensi karya jurnalistik yang berkualitas sejatinya bukan hanya sesuai dengan fakta, namun bisa membawa dampak kebaikan untuk masyarakat luas,” katanya.
Nikmah juga berharap perayaan KJB Indonesia yang kedelapan ini dapat membangkitkan self awareness atau kesadaran diri tentang pentingnya karya jurnalistik yang memihak kepada warga.
“Diharapkan perayaan KJB kedepalan ini dapat membangkitkan selft awareness tentang pentingnya karya jurnalistik yang memihak kepada warga (citizen) dan menjalankan prinsip pilar ke 4 demokrasi yang merupakan wujud support system atau dukungan terhadap para jurnalis untuk terus menghasilkan berbagai karya jurnaistik yang berkualitas. Karena menurut saya, orang hidup akan menjadi lebih berbarti jika kita bisa menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang lain,” tutup Nikmah.
Perayaan ini kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng di studio perayaan Milad KJB Indonesia kedepalapan.