Muslimahdaily - Sisa-sisa perang antara militan Hamas dan Israel tahun lalu masih membekas di wilayah Gaza, Palestina hingga saat ini. Perang yang membunuh setidaknya 1.500 warga Gaza yang didominasi oleh anak-anak tersebut meluluhlantakkan kota Gaza menjadi puing-puing. Hingga kini belum banyak pembangunan yang dilakukan untuk kembali membangun wilayah konflik tersebut.

Konflik antara Hamas dan israel yang terjadi tahun lalu masih meninggalkan duka yang mendalam sampai sekarang. Banyak warga Gaza yang kehilangan anggota keluarga tercinta dan juga kehilangan tempat tinggal mereka.

Meski dengan semua keterbatasan yang ada, warga Gaza masih antusias menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Jika kita disini masih bisa menikmati momen berbuka puasa dengan keluarga di rumah atau di restoran saudara kita yang di Gaza harus puas berbuka puasa di antara reruntuhan bangunan yang terbengkalai sejak perang berakhir.

Dilansir dari laman Daily Mail, pada Jumat (19/6/2015) lalu, ada sekitar 500 warga Gaza yang diizinkan oleh israel untuk meninggalkan Gaza dan ikut shalat Jumat berjamaah di masjid Al-Aqsa. Salat Jumat pertama di bulan Ramadhan sekaligus kali pertama rakyat Palestina diizinkan shalat di masjid tersebut sejak kerusuhan pada awal tahun 2000an lalu dihadiri oleh lebih dari 200.000 jamaah dari penjuru Palestina.

"Ini adalah tempat paling suci bagi umat Islam di Palestina, dan kami sangat gembira seperti biasa untuk melakukan perjalanan," kata Ahmed (64), yang melakukan perjalanan dari Ramallah menuju masjid Al-Aqsa.

Kelonggaran yang diberikan israel ini diharapkan berlaku bagi warga Gaza tidak hanya untuk hari Jumat saja tapi setiap hari karena masjid Al Aqsa merupakan bagian dari Palestina dan juga milik umat muslim sedunia.

Sungguh kita semua harus bersyukur bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang di negeri ini dengan segala kemudahan yang diberikan Allah. Mari sama-sama berdoa agar saudara kita yang di Palestina selalu dilindungi oleh Allah dan bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan tanpa kekerasan.