Muslimahdaily - Dalam usaha untuk meningkatkan dialog dengan komunitas muslim, pemerintah Perancis baru-baru ini mengadakan acara konferensi untuk menunjukkan bahwa Islam adalah bagian dari negara tersebut. Acara ini juga sebagai upaya pemerintah Perancis untuk membangun kedekatan dengan pemeluk agama terbesar kedua di Perancis tersebut.
“Islam masih menyebabkan salah paham, salah pengertian dan ditolak oleh sebagian banyak warga” kata Perdana Menteri Perancis, Manuel Valls, dalam acara pertemuan tersebut seperti dilansir oleh Agence France Presse (AFP) pada Selasa (16/6/15) lalu.
“Bagimanapun juga, Islam akan selamanya ada disini. Islam adalah agama terbesar kedua di negeri ini” tambahnya.
Valls menyampaikan pidato tersebut dalam konferensi pada Senin (15/6/15) lalu, yang dihadiri oleh 120 orang pemimpin komunitas Muslim dan anggota pemerintahan Perancis. Dalam pidato pembukaannya Valls menekankan bahwa tidak ada hubungan antara ekstremis dengan Islam.
“Kita harus mengatakan bahwa semua (tindakan yang dilakukan oleh ekstremis) ini bukanlah Islam” kata Valls.
Konferensi ini diadakan setelah muslim di negeri itu mendapat tekanan yang begitu hebat setelah penyerangan di Charlie Hebdo awal Januari lalu. Observasi Nasional Melawan Islamophobia mencatat ada lebih dari 100 insiden yang telah dilaporkan kepada polisi sejak kasus penyerangan Carlie Hebdo di Paris. Badan tersebut juga mencatat adanya 222 tindakan anti-muslim yang dilaporkan sebulan setelah serangan tersebut. Pada April lalu Badan tersebut juga telah memperingatkan muslim Perancis adanya peningkatan Islamophobia di Perancis.
Saat ini, hampir sekitar 40% masjid yang ada di Perancis berada dalam pengawasan dan perlindungan pihak kepolisian dikarenakan tingginya angka Islamophobia di negara tersebut. Perancis adalah rumah bagi hampir 6 juta muslim dan merupakan negara dengan penganut Muslim terbesar di Eropa.
Muslim Perancis telah mengajukan keberatan dengan begitu banyaknya larangan yang ditujukan bagi kebebasan beragama mereka di negara tersebut. Mei lalu, seorang walikota Perancis mengklaim bahwa Islam akan dilarang di negara tersebut pada tahun 2027 nanti. Namun karena pernyataan konyolnya tersebut, dia malah dikeluarkan dari partai penyokongnya yang merupakan partai terbesar di Perancis karena mendapat kritikan tajam dari masyarakat dan juga kelompok sayap kanan.