Muslimahdaily - Sehubungan dengan pelaksanaan Ibadah haji di tanah suci tahun 2021/1442 H, Pemerintah Arab Saudi kini mengizinkan wanita untuk menunaikan ibadah haji tanpa pendamping laki-laki atau mahramnya. Pendaftaran haji tahun ini telah dibuka secara online pada Minggu (13/6) pukul 13.00 hingga tanggal 23 Juni mendatang pukul 22.00 waktu setempat.

Kementerian haji dan umrah Saudi mengatakan, wanita Muslim dapat mendaftar haji tanpa seorang mahram, seiring dengan langkah Kerajaan yang terus memberikan wanita lebih banyak hak dan kebebasan.

“Mereka yang ingin melaksanakan haji akan harus mendaftar secara individu. Wanita dapat mendaftar tanpa seorang mahram (pendamping laki-laki) sepanjang dengan wanita lainnya,” kata kementerian tersebut dalam sebuah unggahan di Twitter, Minggu (13/6) lalu.

Diketahui, pelaksanaan ibadah haji tahun ini dibatasi hanya berjumlah 60.000 jamaah, yang merupakan warga negara Saudi dan ekspatriat (pekerja asing di Saudi). Pemerintah Saudi kembali melarang jamaah dari luar negeri dalam penyelenggaraan haji tahun ini, mengingat situasi pandemi COVID-19 yang masih menuai kekhawatiran.

Pendaftaran haji dibuka melalui lima tahap. Awalnya, calon jemaah akan diminta untuk mengisi informasi detail pribadi dan riwayat kesehatan mereka berdasarkan dokumen-dokumen resmi. Kemudian, sistem akan memverifikasi kelayakan pemohon haji berdasarkan data yang diberikan oleh Pusat Informasi Nasional.

Setelah aplikasi diterima, pemohon akan diberikan nomor registrasi untuk pertanyaan lebih lanjut. Setelah memastikan status COVID-19 pemohon, telah divaksin penuh, vaksin dengan dosis pertama, atau imun setelah pemulihan, pesan teks dengan detail pembayaran akan dikirim.

Sementara itu, jamaah wanita dari luar Arab Saudi telah diizinkan untuk melaksanakan haji tanpa mahram mereka jika mereka berusia 45 tahun ke atas serta melakukan perjalanan dengan sebuah kelompok yang terorganisir. Selain itu, mereka juga harus menyerahkan surat tidak keberatan dari mahramnya.

Perubahan untuk jamaah wanita pekan ini muncul beberapa hari setelah sebuah amandemen legal mengizinkan wanita Saudi untuk hidup mandiri tanpa memerlukan persetujuan mahramnya.

Kerajaan Arab Saudi memang perlahan memberikan wanita Saudi lebih banyak hak dan kebebasan untuk memasukkan lebih banyak kaum hawa sebagai peserta aktif di bidang ekonomi. Hal ini dilakukan seiring dengan pemerintah Saudi yang mengimplementasikan rencana utama dari Visi 2030 untuk mendiversifikasi pendapatan keluar dari hidrokarbon.

Selasa lalu, Menteri Agama Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima komunikasi resmi dari pemerintah Saudi jika perubahan terbaru untuk jamaah wanita ini juga berlaku bagi jamaah wanita dari luar negeri di mana mereka diizinkan untuk pergi ke Saudi untuk menunaikan haji.

Selain itu, CEO Komite Haji India, Maqsood Ahmed Khan, mengatakan pihaknya juga belum menerima perubahan apapun dalam aturan mahram dari otoritas Saudi.