Muslimahdaily - Empat sekolah dasar di London melarang siswanya untuk berpuasa di bulan Ramadhan dikarenakan khawatir dengan keselamatan dan kesehatan siswanya.
“Kami telah mempelajari dan memiliki landasan yang kuat atas pengeluaran aturan ini. Dalam hukum Islam disebutkan bahwa anak-anak tidak diwajibkan berpuasa selama bulan Ramadhan, dan hanya wajib dilakukan saat mereka sudah dewasa” tulis pernyataan Barclay Primary School yang dilansir dari laman OnIslam.net.
Leyton School juga mengatakan bahwa meski mereka paham bahwa ‘usia dewasa’ memiliki arti yang berbeda dalam hal puasa, namun mereka berkilah ‘dalam hukum Islam kesehatan seseorang selalu menjadi prioritas utama’.
“Sebelumnya kami pernah menjumpai beberapa siswa yang sakit dan pingsan atau tidak bisa mengikuti kelas sebagaimana mestinya karena sedang berpuasa”
Dalam surat pernyataan tersebut, sekolah Leyton mengatakan bahwa meski berpuasa ‘ditujukan untuk kesehatan dan pendidikan bagi anak’, namun pihak sekolah tidak akan mengijinkan siswanya berpuasa dan menyarankan siswa yang mampu berpuasa untuk berpuasa hanya saat weekend.
Selain Barclay Primary School, larangan berpuasa juga akan dilaksanakan di tiga sekolah lainnya yang tergabung dalam Lion Academy Trust, yaitu Sybourn Primary School dan Thomas Gamuel Primary School di Waltham Forest serta Brook House Primary School yang terletak di Haringey.
Ramadhan, bulan paling suci bagi umat Islam akan jatuh pada 18 Juni mendatang. Di bulan ini, muslim diwajibkan berpuasa. Anak-anak memang tidak diwajibkan berpuasa, namun ada baiknya mengenalkan dan mengajari anak untuk berpuasa sejak usia dini agar kelak dia tidak terkejut ketika harus berpuasa penuh seharian.
Keputusan larangan berpuasa ini mendapat kritik keras dari komunitas muslim setempat.
“Kami percaya bahwa ada aturan khusus dalam Islam yang mengatur siapa-siapa saja yang diperbolehkan tidak berpuasa selama Ramadhan” kata juru bicara Asosiasi Muslim Inggris kepada Mail Online.
“Aturan ini berlaku bagi orang-orang yang dari segi kesehatan sedang sakit keras, atau terlalu tua atau terlalu muda untuk beruasa. Meski demikian, kami percaya bahwa keputusan apakah anak-anak akan berpuasa atau tidak terletak pada keputusan orangtua masing-masing” tambahnya.
“Asosiasi Muslim Inggris mendukung bahwa keputusan akhir apakah sang anak akan berpuasa atu tidak menjadi hak orangtua, yang bisa menyuruh anak mereka berpuasa atau tidak tanpa harus dipaksa oleh siapa pun”
Dr. Omer El-Hamdoon, presiden Asosiasi Muslim Inggris juga menambahkan bahwa orangtua memiliki kontrol penuh untuk menentukan apakah anak mereka akan ikut berpuasa atau tidak, bukannya pihak sekolah.
“Sekolah seharusnya memainkan peran pendukung terhadap hak orangtua masing –masing siswa, dan isu seperti ini (larangan berpuasa) harusnya didiskusikan terlebih dahulu, bukannya dipaksakan” tambahnya.