Muslimahdaily - Selama ini industri teknologi di Indonesia memang lebih banyak digeluti oleh kaum laki-laki. Namun bukan berarti kaum perempuan tidak dapat ikut andil dalam bidang ini. Minimnya perempuan yang menggeluti bidang ini menjadi awal bagi Anbita Nadine dan kawan-kawan dengan mendirikan Generation Girl.
Generation Girl merupakan sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk mengenalkan perempuan ke bidang STEM (Science, Technology, Engineering dan Math) sejak dini. Generation Girl dibentuk sejak tahu 2018 dan dipelopori oleh sejumlah perempuan muda, antara lain Anbita Nadine Siregar (Product Engineer Gojek), Crystal Widjaja (SVP Business Intelligence Gojek), dan Vania Radmila Alfitri (QA Engineer Gojek).
“Di era ini, teknologi sudah banyak kita temui di kehidupan sehari-hari. Hal ini yang mendasari kami untuk mengajarkan teknologi sejak dini ke perempuan,” tutur Anbita Nadine ketika dihubungi Muslimahdaily melalui Whatsapp, Minggu (5/1).
"Kami memilih mengajarkan bidang STEM, karena bidang inilah yang kurang didominasi oleh perempuan," tambahnya.
Nama Generation Girl memiliki arti generasi perempuan, yang mana terdiri dari perempuan-perempuan hebat yang dipercaya dapat memipin masa depan. Clover yang berjumlah 4 lingkaran dijadikan logo untuk organisasi ini yang mempresentasikan 4 bidang STEM, yaitu Science, Technology, Engineering dan Maths.
Anbita Nadine mengaku terbentuknya Generation Girl karena ingin memperbanyak role model perempuan di industry teknologi ini yang telah lama didominasi laki-laki.
"Generation Girl dibangun oleh perempuan. Dari perempuan, untuk sesama perempuan. Kami percaya bahwa perempuan dapat berperan penting, tidak hanya dalam keluarga, tapi juga dalam berkarir dan membangun masa depan," ujarnya.
Generation Girl menjalankan sejumlah program guna menyukseskan misinya untuk mendorong perempuan agar mereka berperan penting dalam bidang teknologi di masa depan. Summer Club yang diadakan di libur tengah tahun, selama 6 minggu dan Winter Club yang diadakan di libur akhir tahun, selama 2 minggu, menjadi program holiday club yang diadakan Generation Girl. Program ini menawarkan adik-adik perempuan (siswi SMP dan SMA) untuk belajar beberapa topik, yaitu Build a Website, Web & App Design, dan juga Animation.
Tak melulu belajar mengenai teknologi di dalam ruangan, Generation Girl membawa para peserta untuk melakukan office tour ke beberapa perusahaan IT. Selain itu ada juga workshop yang menghadirkan sosok perempuan inspiratif yang dapat memotivasi peserta.
Tak tanggung-tanggung, Hannah Al Rashid, aktris yang juga merupakan UN Indonesia SDG Mover for Gender Equality. Selain mengajarkan hard skills, Generation Girl juga ingin berusaha menanamkan soft skills, yang terdiri dari problem solving (pemecahan masalah), berpikir secara kritis, melatih rasa percaya diri, komunikasi dan juga tenggang rasa.
Anbita menuturkan bahwa Generation Girl berbeda dengan komunitas ataupun organisasi lainnya. Hal ini dikarenakan Generation Girl dibangun oleh perempuan, dari perempuan, dan untuk sesama perempuan. "Kami percaya bahwa perempuan dapat berperan penting, tidak hanya dalam keluarga, tapi juga dalam berkarir dan membangun masa depan," kata Anbita.
Membangun sebuah komunitas ataupun organisasi pasti memiliki suka dan duka. Anbita mengaku ia merasa bahagia ketika melihat “rookies” yang terus mengikuti program yang diadakan oleh Generaton Girl, selain itu rasa bahagianya juga muncul ketika “rookies” dapat menemukan solusi dai permasalahsan mereka saat melakukan coding dan akhirnya bisa mengerti konsep yang sudah diajarkan. Sulitnya menemukan role model perempuan yang bergerak dalam bidang ini menjadi salah satu dukanya dalam menjalani organisasi ini.
Kini, sudah lebih dari 4000 follower aktif di Instagram Generation Girl. Ratusan perempuan telah ikut berbagai program komunitas ini, mulai dari Summer Club, Winter Club, dan program lainnya. Meski sudah banyak yang bergabung dengan Generation Girl, Anbita tetap berharap bahwa perempuan yang telah mengikuti program mereka bisa terus aktif berpartisipasi pada program lainnya.