Muslimahdaily - Trending-nya fenomena hijrah tidak hanya terjadi di kalangan artis dan publik figur saja, namun juga di kalangan masyarakat. Masyarakat berbondong-bondong untuk hijrah dari kehidupan lamanya yang penuh hasrat duniawi menuju kepada kehidupan yang lebih baik dan dekat dengan Allah.

“Banyak orang-orang yang hijrah, namun setelah mereka hijrah bingung apa yang harus dilakukan. Mereka juga bertanya-tanya apa yang harus dipelajari setelahny,” tutur Ustadz Rifki sebagai founder Komunitas Hijrah Care pada Muslimahdaily.

Berangkat dari fenomena tersebut, ia, istrinya, dan teman-temannya membentuk Komunitas Hijrah Care pada tahun 2018 sebagai salah satu wadah yang memfasilitasi teman-teman yang baru hijrah.

“Kami ingin berdakwah, namun dakwah yang massif dan langsung menyentuh lapisan masyarakat. Saat ini banyak teman-teman yang baru hijrah dan masih memiliki tato, sedangkan tato masih menjadi animo yang buruk di masyarakat, maka kami bantu mereka dengan mengadakan program gratis hapus tato,” tambahnya.

Ia juga menceritakan, sebelumnya banyak teman-teman hijrah yang mencoba untuk menghapus tatonya dengan menggunakan PK ataupun obat koreng. Padahal cara tersebut justru malah melukai dan lebih sakit.

https://www.instagram.com/p/B0gj4TvhgYW/

Untuk itu bagi mereka yang ingin melakukan proses hapus tato, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat tersebut yaitu harus menunjukkan hasil cek lab dokter yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan itu sehat, bebas HIV/AIDS, hepatitis, dan penyakit dan diharuskan untuk mengghafal surat ar-Rahman.

“Surat Ar-rahman kan Panjang, 70 ayat. Proses menghapus tato juga lama butuh beberapa kali treatment. Untuk itu sebelum mereka mulai treatment hapus tato, diwajibkan untuk menyetorkan hafalannya. Sehingga ketika selesai proses treatment-nya maka selesai pula setoran hafalannya,” tutur Ustadz Rifki.

Tidak hanya menyelenggarakan kegiatan gratis hapus tato, Komunitas Hijrah Care juga mengadakan kegiatan rukiyah syariyyah, program tahsin, dan Dirosah Islamiyah. Kegiatan tersebut dilakukan pada setiap hari Senin-Rabu khusus untuk ikhawan dan Kamis-Jumat khusus untuk akhwat.

Kegiatan dimulai dengan belajar tahsin bersama ustadz, lalu belajar Dirasah Islamiyah dan dilanjutkan dengan proses rukiyah syariyyah atau proses hapus tato. Begitu juga dengan yang akhwat, namun yang akhwat terkadang beberapa bulan sekali kami mengadakan akhwat day. Akhwat day adalah program seharian khusus akhwat, di mana mereka belajar sembari saling curhat,” tambah Ustadz Rifki.

https://www.instagram.com/p/BtGdX8VHYZB/

Kedepannya Ustadz Rifki dan teman-teman Hijrah Care berharap agar komunitas ini semakin berkembang dan mampu untuk membangun Hijrah Care Center.

“Yaitu sebagai wadah solutif bagi teman-teman yang baru hijrah, mualaf, dan teman-teman yang ingin terus belajar tentang Islam. Serta dapat diterima dan didukung oleh masyarakat luas,” tutup Ustadz Rifki.

Saat ini sudah 10 orang yang tergabung sebagai relawan tetap Komunitas Hijrah Care dan 200 orang yang sudah ikut bergabung dalam kegiatan komunitas ini. Ustad Rifki juga menambahkan tidak ada batasan umur bagi mereka yang ingin ikut gabung sebagai relawan maupun sebagai peserta, yang terpenting memiliki tekad yang kuat untuk berubah lebih baik.

Komunitas Hijrah Care ini memiliki basecamp di Jalan Kopo, Citarip, Bandung. Bagi Sahabat Muslimah yang ingin bergabung dan mengetahui update kegiatan Komunitas Hijrah Care, bisa langsung cek social media Instagram @hijrah.care atau WA ke nomor 082130336330.