Muslimahdaily - Sejak pulih dari penganiayaan berat, David Ozora harus menjalani fisioterapi atau terapi rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi normal tubuhnya sehingga ia dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Tidak hanya melakukan fisioterapi, dia juga melakukan terapi wicara dan terapi okupasi.

Dalam video Instagram yang diunggah ayah David, Jonathan Latumahina. Menampilkan David sedang belajar mencocokkan gambar. Terlihat David kesulitan mencari benda spatula. Dengan sabar ayahnya dan dokter membimbingnya. Tkentu tidak mudah bagi David untuk kembali belajar seperti anak kecil.

“Ini juga latian yang cukup melelahkan untuk saat ini selain fisioterapi, namanya terapi wicara dan okupasi,” tulis Jonathan Latumuha dikutip dari keterangan video yang diunggah, Rabu (26/4/23).

“Gunanya untuk melatih kembali kognitifnya, selain fisik yang diasah juga memori dan respon otaknya,” tulisnya lagi.

Terapi wicara adalah terapi untuk mengatasi masalah bicara. Tujuan dari terapi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan mengekspresikan diri secara optimal dengan bahasa verbal dan non verbal.

Terapi okupasi bertujuan untuk membantu seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, mental, dan kognitif. Terapi ini dilakukan agar penderita tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, terapi okupasi mampu mengembalikan kemampuan, kepercayaan diri, dan kemandirian setelah terjadinya dampak kesehatan.

Terapi okupasi tentunya sangat penting bagi orang yang mengalami kecelakaan atau sakit untuk membantu penderita pulih dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan semula.