Muslimahdaily - Museum De Young di San Fransisco, Amerika Serikat, akan mengadakan pameran berjudulkan, “The Fashion of Islam” di tahun 2018. Ini merupakan pameran besar pertama yang dikembangkan oleh direktur baru museum De Young, Max Hollein, yang berharap dapat memberikan perspektif baru dengan mengeksplorasi bagaimana gaya pakaian Islami dapat membentuk dan menyatukan tren fesyen global dan keyakinan agama yang seringkali bertolak belakang dan sulit untuk disatukan. 

"Mungkin banyak orang tidak pernah terpikir bahwa terdapat mode dalam Islam,” Ungkap Hollein. “Jika melihat para muslim di Saudi Arabia, Dubai dan Beirut, gaya berpakaian mereka sangatlah penuh energi dan makna, dan bahkan dapat menggabarkan perkembangan sosial dan politik, serta pemahaman dan kesalahpahaman budaya.”

Hollein akan berkolaborasi dengan Koordinator Museum bagian tekstil dan kostum untuk mengumpulkan sekelompok ahli, bidang fashion dan sejarah-budaya, untuk mengembangkan proyek ini. 

Pameran ini akan memberikan pandangan pada sejarah pakaian umat Muslim di negara mayoritas muslim, perbedaan pendekatan dari designer Eropa mengenai hijab, serta burkini yang menjadi kontroversi pada tahun 2016 lalu. 

Berbeda dengan pameran fashion sebelumnya, untuk pameran ini Hollein tidak ingin berkolaborasi dengan merek-merek fashion ternama, dan hanya akan berkolaborasi dengan ahli fashion dan budaya.