Muslimahdaily - Nabi Saleh Alaihi salam merupakan seorang nabi yang diutus oleh Allah Subhannahu wa ta’ala untuk membawa Kaum Tsamud ke jalan yang benar. Kaum Tsamud sendiri merupakan sekelompok orang yang pandai bercocok tanam, serta ahli arsitektur. Mereka pandai membuat bangunan dan patung, namun patung-patung yang dibuat oleh mereka pun turut disembah.
Tindakan tersebut sungguh salah karena merupakan bukti nyata dari tindakan menyekutukan Allah Subhannahu wa ta’ala. Oleh karena itu, Allah mengutus Nabi Saleh untuk meluruskan pola pikir Kaum Tsamud yang kala itu sudah terjerumus dalam kekafiran.
Tak sedikit dari Kaum Tsamud yang menghardik Nabi Saleh saat ia berdakwah. Mereka pun enggan untuk meninggalkan kepercayaan yang sudah mereka anut dari lama. Suatu ketika, Nabi Saleh menyerukan dan mengajak Kaum Tsamud untuk menyembah Allah Subhannahu wa ta’ala. Nabi Saleh pun berkata:
“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. Karena itu, mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya, Tuhanku amat dekat rahmat-Nya lagi memperkenankan doa hamba-Nya,” (QS Hud ayat 61)
Kaum Tsamud pun menanggapi seruan Nabi Saleh dengan marah. Mereka enggan untuk meninggalkan kepercayaan yang telah lama mereka anut.
"Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan. Apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Sesungguhnya, kami ragu dan khawatir terhadap agama yang kamu serukan kepada kami," (QS Hud ayat 62).
Mendengar penolakan tersebut, Nabi Saleh segera berdoa kepada Allah dan meminta mukjizat. Do’a Nabi Saleh pun dikabulkan. Allah bahkan memberikan mukjizat yang unik kepada Nabi Saleh. Allah memerintahkan Nabi Saleh untuk memukulkan tangannya ke atas batu besar yang ada di hadapannya. Nabi Saleh pun memukulkan tangannya. Dengan izin Allah, setelah nabi Saleh memukulkan tangannya ke atas batu besar, muncul lah seekor unta betina yang besar dan gemuk.
Nabi Saleh pun meminta agar Kaum Tsamud tak mengganggu unta tersebut. Nabi Saleh juga memperbolehkan kaumnya untuk memerah susu dari unta betina tersebut. Namun Kaum Tsamud berencana untuk membunuh unta tersebut. Hal ini dikarenakan unta tersebut meminum air dari sumber mata air Kaum Tsamud yang sedang mengalami krisis.
Akhirnya, unta tersebut pun berhasil dibunuh oleh salah seorang dari Kaum Tsamud dengan cara dipanah. Nabi Saleh yang mengetahui unta tersebut mati pun sangat bersedih. Nabi Saleh pun mengatakan bahwa akan ada azab yang menghampiri Kaum Tsamud.
Azab tersebut diturunkan secara bertahap. Di hari pertama, Allah membuat wajah orang-orang Kaum Tsamud berubah warna menjadi kuning. Di hari kedua, berubah menjadi merah, dan di hari ketiga berubah menjadi hitam. Di hari ke-empat, turunlah azab yang sebenarnya.
Sebelum azab yang sebenarnya turun, Nabi Saleh dan pengikutnya pun meninggalkan daerah tersebut. Kaum Tsamud yang mendengar ancaman azab tersebut pun sangat marah dan berencana membunuh Nabi Saleh. Namun naas, ketika mereka hendak membunuh Nabi Saleh, turunlah petir dan gempa bumi yang sangat dahsyat. Kemudian muncul lah batu-batu besar yang datang dan menimpa Kaum Tsamud yang tak beriman kepada Allah Subhannahu wa ta’ala.