Muslimahdaily - Indah Nada Puspita mulai eksis sejak menjadi pembawa acara program traveling pada salah satu stasiun televisi swasta. Ia telah mengunjungi berbagai negara untuk mencari jejak Islam maupun tokoh muslim berpengaruh di sana. Wanita yang baru menikah ini pun membagikan kisah perjalanannya kepada Muslimahdaily beberapa waktu lalu, di Senayan City, Jakarta Pusat.

Wanita yang akrab disapa Nada ini menceritakan perjalanannya ke luar negeri, sudah lebih 20 negara telah ia sambangi. Berbagai macam budaya dan agama telah ia temui, dari seluruh perjalanannya yang menurut Nada paling istimewa adalah saat ia merasakan sendiri kesadaran maupun fasilitas umat muslim di negara minoritas sudah mulai berkembang. Seperti tempat ibadah dan makanan halal dengan mudahnya dapat dijumpai pelancong muslim.

Dari sekian banyak negara yang dikunjungi, ada beberapa negara yang berkesan baginya, yakni Thailand dan Australia. Thailand sendiri terkenal dengan penduduk mayoritas beragama Budha. Di Negeri Seribu Pagoda ini, Nada berkunjung ke Kampung Jawa yang mana bahasa yang digunakan ialah Bahasa Indonesia. Di kawasan ini juga ia bertemu dengan sosok tokoh menginspirasi, yakni cucu dari K.H Ahmad Dahlan yang bernama Marifah Dahlan atau Ibu Ramphai dalam Bahasa Thailand.

“Seneng banget bisa bertemu dengan cucu-cucunya K.H. Ahmad Dahlan, dan kita cerita-cerita sama beliau betapa inspiring dan banyak banget message inspirational yang aku dapat dari beliau tentang kehidupan,” ujar Nada.

Antusias dan cantik, sebutan yang cocok bagi wanita kelahiran Balikpapan, 18 Juni 1993 saat menceritakan pengalamannya. Tidak sampai disitu, ia juga menceritakan kisah unik saat ia berkunjung ke Australia. Tepatnya di kota Gold Coast, Queensland yaitu negara bagian terbesar kedua di Australia.

Nada berkunjung ke sana tepat di bulan Ramadan. Kebetulan saat itu ia mampir ke salah-satu masjid terbesar di Gold Coast, di sana berbagai macam hidangan khas masing-masing negara pun disajikan untuk berbuka.
“Ternyata di masjid itu banyak sekali umat muslim dari berbagai negara, dan menyenangkannya setiap berbuka puasa, mereka masak bareng-bareng makanan khas dari negara mereka,” ungkapnya.

Walau dengan latar belakang dan budaya yang berbeda, pada akhirnya Ramadhan yang akan mempersatukan. Melahirkan keindahan silaturahmi sesama umat muslim. Memang pada prinsipnya semua umat muslim bersaudara dan semua manusia sama di mata Allah, kecuali bagi mereka yang beriman dan beramal soleh serta menjaga tali silaturahmi kepada saudaranya.