Muslimahdaily - Berapa kali kamu menyisir rambut dalam sehari? Mungkin kita menganggapnya sebagai rutinitas biasa tanpa makna spiritual. Padahal, bagi seorang umat muslim, tindakan sesederhana ini bisa bernilai pahala jika kita meniatkannya untuk mengikuti sunnah Sang Teladan, Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam adalah pribadi yang sangat menyukai kerapian dan keindahan, namun selalu dalam bingkai kesederhanaan. Beliau mengajarkan kita adab-adab mulia bahkan dalam urusan menyisir rambut sekalipun.

Mendahulukan Sisi Kanan

Ini adalah salah satu sunnah yang paling mudah kita amalkan. Aisyah RA meriwayatkan bahwa

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam suka mendahulukan anggota tubuh yang kanan ketika bersuci, mengenakan sandal, dan juga saat bersisir.

Prinsip ini mengajarkan kita untuk selalu memulai hal-hal baik dari sisi kanan. Jadi, saat mulai menyisir, niatkan dalam hati untuk mengikuti sunnah ini dan mulailah dari rambut sisi kanan. Amalan ringan yang Insya Allah mendatangkan keberkahan.

Tidak Berlebihan
 
Islam adalah agama pertengahan, tidak berlebihan dan tidak pula abai. Prinsip ini juga berlaku dalam merawat diri. Abdullah bin Mughaffal meriwayatkan bahwa

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam melarang kami untuk merapikan rambut secara berlebihan (irfâh), kecuali hanya sesekali (ghibban).

Artinya, kita dianjurkan untuk merawat rambut agar rapi dan tidak kusut, namun dilarang untuk terlalu sibuk dan menghabiskan banyak waktu hanya untuk berdandan secara berlebihan hingga melalaikan kewajiban lain. Kerapian itu dianjurkan, sementara obsesi dan pemborosan waktu untuk penampilan itu tercela.

Perawatan dengan Minyak
 
Anas bin Malik menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sering meminyaki rambutnya dan menyisir jenggotnya. Menggunakan minyak rambut alami adalah bagian dari sunnah perawatan untuk menjaga kesehatan dan kelembapan rambut.

Lebih dari itu, adab bersisir Nabi juga menunjukkan potret keharmonisan keluarga yang luar biasa. Aisyah RA berkata, "Aku sering menyisir rambut Rasulullah, dan saat itu aku sedang haid". Riwayat ini bukan hanya menunjukkan betapa terawatnya rambut Nabi, tetapi juga melukiskan kelembutan dan kasih sayang antara suami-istri, di mana seorang istri dengan penuh cinta merapikan rambut suaminya.

Dari adab bersisir ini, kita belajar bahwa Islam mengatur setiap detail kehidupan kita dengan indah. Kerapian adalah cerminan iman, kesederhanaan adalah jalan menuju kemuliaan, dan memulai dengan yang kanan adalah kunci keberkahan.